3 Pertimbangan Dedi Mulyadi Beri Bantuan yang Berbeda pada Keluarga Satpam dan Korban Pengeroyokan di Bali

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvonenews.com= Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan respons tegas perihal bantuan yang diberikannya di dua kasus yang berbeda. Menuai perhatian netizen.

Dedi Mulyadi - anak yang ayahnya meninggal karena dikeroyok massa di Bali
Sumber :
  • Instagram/dedimulyadi71 - istimewa

Pada kasus pertama, Dedi Mulyadi yang disapa KDM itu memberikan bantuan membiayai pendidikan anak dari Satpam yang ditemukan meninggal dunia di Waduk Jatiluhur, Jawa Barat.

Dalam kasus kedua, KDM memberikan bantuan berupa deposito sebesar Rp50 juta untuk anak dari terduga pelaku pencuri Ayam yang tewas di Bali.

Melihat perbedaan bantuan pada keluarga dari kedua kasus berbeda tersebut. Gubernur Jawa Barat ini, mendapatkan kritikan dari netizen di media sosial.

Ia pun memahami kritikan tersebut, karena banyak yang tidak tahu kalau kondisi dari keluarga masing-masing korban pada kedua kasus ini memang berbeda.

"ayo sedang apa sekarang, sedang ngomongin perbedaan bantuan pada korban pembunuhan security dan bantuan keroyokan pencuri ayam di Bali ya. Saya dianggap membeda-bedakan ya, perlu saya jelaskan bahwa waktu itu, saya tidak menyerahkan uang berbeda dengan yang di bali karena ada beberapa pertimbangan," katanya dalam Tiktok pribadinya @kangdedimulyadi, Kamis (30/7).

Viral di Medos Penemuan Jasad Satpam di Waduk Jatiluhur
Sumber :
  • dok.kolase tvOnenews.com / medsos @infoseputarplatH

Lebih lanjut, kata KDM kalau dirinya memiliki beberapa pertimbangan yang disesuaikan dengan kondisi keluarga korban. Pastinya, Dedi berharap segala bantuan yang diberikan bentuk kepedulian dan melihat dalam jangka panjang.

Seperti diketahui, pada kasus satpam yang tewas, keluarga diberikan bantuan uang tunai dan menanggung biaya sekolah dua anak almarhum.

Sementara pada kasus terduga pelaku pencurian ayam yang tewas karena diamuk massa di Bali itu, mendapatkan bantuan biaya pendidikan dalam bentuk deposito Rp50 juta.

"Pertimbangan yang pertama, saya paham almarhum itu ada beberapa pertimbangan, pertimbangan yang pertama, almarhum itu ada beberapa kewajiban yang harus diselesaikan dengan pihak lain. Jadi saya pilih menyerahkan ke pihak lain, dibandingkan langsung menyerahkan langsung semua uang tunai semuanya ke keluarga korban," jelas KDM.

"Yang kedua, saya berfokus pada pendidikan anak ke depannya,yang besar bisa diselesaikan sekolahnya dia SMK dan dibantu dapat pekerjaan di perusahaan sekitar rumah. Sehingga menjamin kesejahteraan ibu dan adiknya," kata Gubernur Jabar itu.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jejak Harimau Sumatra Ditemukan di Permukiman, BBKSDA Pasang Kamera Jebak
• 5 jam lalu
0
thumb
Saudi Denda Biro Umrah yang Tak Laporkan Jemaah Overstay hingga Rp 480 Juta
• 6 jam lalu
0
thumb
Wisata hiu paus Botubarani beri dampak ekonomi warga pesisir
• 6 jam lalu
0
thumb
Karhutla di OKI Sumsel Masih Ditangani, BMKG Siapkan Modifikasi Cuaca | KOMPAS SIANG
• 1 jam lalu
0
thumb
Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 31 Juli 2026: Keberuntungan Berpihak, Rezeki dan Peluang Datang Bersamaan
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.