Carlo Ancelotti Ngaku Ditawari Latih Timnas Italia, Pilih Komitmen ke Brasil

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pelatih tim nasional Brasil, Carlo Ancelotti, mengungkapkan bahwa dirinya sempat mendapat tawaran untuk menangani timnas Italia. Namun, ia memilih menolak kesempatan tersebut karena ingin tetap menuntaskan komitmennya bersama Selecao.

Dalam wawancara bersama ESPN, Ancelotti menjelaskan bahwa keputusannya bukan dipengaruhi persoalan kontrak, melainkan rasa tanggung jawab terhadap Brazilian Football Confederation dan masyarakat Brasil yang telah menerimanya dengan baik sejak pertama kali menjabat sebagai pelatih.

"Saya memiliki komitmen kepada CBF dan negara ini. Saya ingin tetap berada di sini karena merasa itu adalah keputusan yang benar. Saya juga sudah menyampaikan terima kasih kepada Federasi Sepak Bola Italia atas kepercayaannya," ujar Ancelotti.

Sebelumnya, mantan direktur teknik Italia, Paolo Maldini, mengonfirmasi bahwa dirinya sempat menghubungi Ancelotti untuk menggantikan posisi pelatih setelah Gli Azzurri kembali gagal lolos ke putaran final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Maldini memiliki hubungan dekat dengan Ancelotti. Keduanya pernah bermain bersama di AC Milan, sebelum kembali bekerja sama ketika Ancelotti melatih klub tersebut pada periode 2001 hingga 2009.

Setelah Ancelotti menolak tawaran tersebut, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) juga dikabarkan gagal mendapatkan Pep Guardiola. Upaya menunjuk Andrea Pirlo pun batal terlaksana akibat persoalan politik yang berkaitan dengan kerja sama sponsor bersama perusahaan taruhan asal Rusia.

FIGC kemudian kembali mempercayakan kursi pelatih kepada Roberto Mancini, yang resmi menjalani periode keduanya sebagai pelatih tim nasional Italia.

Ancelotti memperpanjang kontraknya bersama CBF pada Mei lalu hingga Piala Dunia 2030. Ia mulai menangani Brasil setelah mengakhiri masa baktinya di Real Madrid CF.

Meski Brasil tampil mengecewakan di Piala Dunia dengan tersingkir pada babak 16 besar, Ancelotti menegaskan masih memiliki target yang ingin diwujudkan.

Menurut pelatih berusia 67 tahun tersebut, kegagalan itu memang menyisakan kekecewaan besar. Namun, ia menilai Brasil memiliki banyak pemain muda berbakat yang dapat menjadi fondasi untuk membangun tim yang lebih kompetitif pada masa mendatang.

Sebagai bagian dari proyek jangka panjang, Ancelotti mengisyaratkan akan melakukan regenerasi skuad. Sejumlah pemain senior berpotensi digantikan oleh wajah-wajah baru.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Waspada, BMKG prediksi El Nino bertahan hingga kuartal I 2027
• 2 jam lalu
0
thumb
BPH Migas Memastikan Penyaluran Solar Subsidi bagi Nelayan di Semarang dan Kendal Tepat Sasaran
• 15 jam lalu
0
thumb
Kemendagri Bekali Pranata Humas Hadapi AI, Perkuat Strategi Lawan Disinformasi
• 1 jam lalu
0
thumb
Kemenkes: Mayoritas Kematian Dokter "Internship" karena Sakit, Penapisan Kesehatan Diperkuat
• 22 jam lalu
0
thumb
Tasming Hamid Pastikan Parepare Siap Dukung Pelatnas Takraw Menuju Asian Games 2026
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.