Polisi Geledah Markas Debt Collector di Surabaya, Sita Linggis hingga Parang

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Polrestabes Surabaya menggeledah markas kelompok debt collector (DC) di Jalan Teuku Umar, Surabaya. Penggeledahan ini usai kasus pembacokan terhadap petugas valet di kawasan Jalan Basuki Rahmat pada Sabtu (25/7) dini hari.

Penggeledahan dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan.

"Prinsipnya proses hukum harus tetap berjalan. Lakukan penggeledahan itu di lokasi-lokasi posko-poskonya itu," kata Luthfie dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, @luthfie.daily.

Dalam penggeledahan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti yang diduga digunakan dalam aksi penganiayaan. Barang bukti yang diamankan antara lain dua stik golf, parang, linggis, golok, dan pipa besi.

"Kalau memang digunakan untuk kejahatan, proses hukum. Dan komitmen kita tetap jaga Surabaya aman," ujarnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, mengatakan markas DC tersebut diduga menjadi tempat penyimpanan senjata tajam yang digunakan dalam peristiwa pembacokan.

"Kita telah melakukan penggeledahan di Jalan Teuku Umar. Sebagaimana informasi bahwa ada sekelompok menyembunyikan sajam. Namun demikian saat ini sudah kita amankan," kata Edy.

Ia berharap proses hukum yang berjalan dapat menjaga situasi keamanan di Kota Surabaya tetap kondusif.

"Masing-masing kelompok masyarakat bisa menahan diri dan menahan emosi. Jangan sampai terprovokasi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab sehingga akan memperkeruh situasi," ujarnya.

Edy menambahkan, polisi telah mengamankan satu orang tersangka dalam kasus tersebut.

"Tentunya kita sebagai aparat penegak hukum tidak akan segan-segan menindak siapa pun yang akan melakukan upaya-upaya membuat kericuhan di Kota Surabaya," katanya.

"Sehingga harapannya masyarakat mempercayakan semua proses ini kepada kepolisian," lanjutnya.

Kronologi Pembacokan

Sebelumnya, debt collector berinisial SL (36) menyerahkan diri ke Polrestabes Surabaya pada Minggu (26/7) setelah diduga membacok petugas valet di Jalan Basuki Rahmat.

Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto, menjelaskan peristiwa bermula saat SL mengetahui sebuah mobil Suzuki Karimun Wagon R GL MT bernomor polisi W 1508 AW berada di area parkir tempat hiburan malam di Jalan Basuki Rahmat pada Sabtu (25/7) sekitar pukul 03.15 WIB.

SL berniat menarik kendaraan tersebut karena menunggak angsuran di salah satu bank swasta.

"Tersangka mengajak teman tersangka saudara P, saudara J, dan saudara M, kemudian menanyakan pada sekuriti yang kemudian dijawab mobil tersebut dibawa oleh seorang laki-laki dan perempuan yang merupakan tim DJ H.C.I," kata Hadi.

SL kemudian menyampaikan bahwa kendaraan tersebut memiliki tunggakan angsuran. Namun, pihak yang menguasai mobil menolak menyerahkannya sehingga terjadi adu mulut.

"Sehingga terjadi cekcok mulut dan selanjutnya empat orang tukang parkir mendekati tersangka dan cekcok mulut berubah menjadi saling pukul antara tersangka dan tukang parkir," ujar Hadi.

Merasa kalah jumlah, SL bersama rekan-rekannya mundur. Saat itu, SL sempat merekam perkelahian dan mengirimkan rekaman tersebut kepada rekan-rekannya.

Sekitar 20 menit kemudian, sejumlah rekan SL datang ke lokasi. Mereka berusaha masuk ke tempat hiburan malam, tetapi dihalangi petugas keamanan.

"Karena dilarang, tersangka dan teman-temannya menyisir area parkir. Teman tersangka kemudian menemukan orang yang bersembunyi di dalam TGC dan memastikan bahwa yang bersembunyi adalah orang yang dicari oleh tersangka," kata Hadi.

Setelah itu, SL dan rekannya mengambil parang yang telah disiapkan di bagasi mobil. Senjata tersebut kemudian digunakan untuk menyerang petugas valet hingga mengalami luka parah sebelum para pelaku melarikan diri.

Akibat kejadian itu, tiga orang mengalami luka, yakni dua petugas valet dan seorang dari pihak pelaku. Korban dari pihak pelaku terluka akibat terkena senjata tajam yang dibawa SL.

"Untuk sajam selesai kejadian dibuang, begitu juga baju kaus warna merah yang dikenakan tersangka dibuang di Sungai Gunungsari," ujar Hadi.

Pasca-insiden tersebut, massa sempat menggeruduk markas debt collector di Jalan Teuku Umar pada Sabtu (25/7) malam hingga Minggu (26/7) dini hari. Namun, aksi itu berhasil dicegah oleh personel Polrestabes Surabaya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
2 Klaster Dugaan Pemerasan di Pemalang: Oleh Bupati Anom dan Oknum KPK
• 6 jam lalu
0
thumb
Bank Aladin Syariah Catatkan Laba Rp23,3 Miliar pada Kuartal I 2026
• 5 jam lalu
0
thumb
Angela Tanoesoedibjo Targetkan Kemenangan Perindo di 2029: Tak Ada Hasil Instan, Harus Berjuang Bersama
• 17 jam lalu
0
thumb
Anak Buruh Bangunan Jadi Peraih Kartika Astha Brata, Mimpi Tak Mengenal Batas
• 3 jam lalu
0
thumb
Polisi sebut ada luka di kepala wanita yang tewas di Gropet Jakbar
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.