Kebakaran menghanguskan delapan rumah di kompleks asrama Polda Jambi, Kelurahan Tambak Sari, Kecamatan Jambi Selatan, Kamis (30/7). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara penyebab kebakaran masih diselidiki polisi.
Seorang saksi mata, Adi, mengatakan kepulan asap pertama kali terlihat sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu ia sedang bekerja di lantai atas sebuah bangunan yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
“Saya lagi kerja di atas, tiba-tiba ada asap di bawah. Kirain apa, tahu-tahu asapnya makin besar,” kata Adi.
Menurut Adi, awalnya asap yang terlihat masih tipis dan belum disertai kobaran api besar.
“Kecil dulu asapnya,” ujarnya.
Ia juga memastikan tidak mendengar suara ledakan sebelum api membesar. Melihat kondisi tersebut, Adi langsung memberi tahu anggota kepolisian yang berada di sekitar lokasi.
“Enggak ada suara ledakan, langsung asap saja. Saya langsung lapor ke Bapak polisi,” katanya.
Tak lama kemudian, warga bersama petugas berdatangan ke lokasi. Penghuni asrama berupaya menyelamatkan barang-barang berharga seperti sepeda motor, kasur, lemari, hingga perabot rumah tangga sebelum api meluas.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari, mengatakan pihaknya segera mengerahkan personel setelah menerima laporan kebakaran melalui layanan darurat 112 dan operator pemadam kebakaran.
Saat petugas tiba, kobaran api sudah membesar karena dipicu embusan angin yang cukup kencang. Sebanyak 13 unit armada dan sekitar 60 personel diterjunkan untuk memadamkan api sekaligus mencegah kebakaran merambat ke bangunan lain.
“Pada saat kami sampai memang api sangat membesar karena tiupan angin yang sangat kencang. Kami langsung memproteksi beberapa bangunan lainnya sehingga tidak terjadi penyebaran,” ujar Mustari.
Menurut Mustari, proses pemadaman juga terkendala asap hitam pekat yang memenuhi lokasi kebakaran. Asap tersebut diduga berasal dari material mudah terbakar seperti kasur, plastik, karet, maupun bahan lainnya.
“Asap hitam pekat biasanya mengindikasikan kebakaran kelas B. Di lokasi ini salah satu yang terbakar adalah kasur sehingga menghasilkan asap hitam yang sangat pekat,” katanya.
Karena kondisi tersebut, seluruh petugas yang masuk ke area kebakaran diwajibkan menggunakan alat pelindung diri lengkap, termasuk Self Contained Breathing Apparatus (SCBA), agar dapat bernapas dan bekerja dengan aman.
Polisi Selidiki Penyebab KebakaranSementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi Kombes Jimmy Christian Samma mengatakan penyelidikan masih dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran,” kata Jimmy.
Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak delapan rumah di kompleks asrama terbakar. Seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Ada delapan rumah yang terbakar. Ya, anggota selamat, lagi kerja semua,” ujarnya.
Hingga kini, polisi masih mendalami penyebab kebakaran, sementara pendataan kerugian akibat peristiwa tersebut juga masih dilakukan.






Komentar (0)