Dampak 8 Persen, Target Kinerja Grup GoTo Tidak Berubah, Ini Strateginya

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Perusahaan Induk Gojek dan GoPay, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) mengungkapkan perusahaan tidak mengubah pedoman kinerja Grup secara tahunan di tengah implementasi skema komisi 8%. GoTo berstrategi dengan menaikkan target kinerja bisnis fintech GoPay namun menurunkan target kinerja bisnis On-Demand Services.

Dilansir dari laporan kinerja keuangan Kuartal II-2026, GoTo mencetak laba bersih sebesar Rp 252 miliar, melanjutkan kinerja positif setelah sebelumnya meraih laba bersih pertama kali di kuartal I-2026. Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp 252 miliar, diikuti dengan peningkatan Gross Transaction Value (GTV) inti sebesar 83% secara tahunan, menjadi Rp 164 triliun. Sementara itu pendapatan bersih GoTo di kuartal ini juga meningkat 31% year-on-year menjadi Rp 5,7 triliun.

GoTo mengungkapkan di tengah implementasi skema komisi 8%, kondisi bisnis tetap stabil meskipun terdapat beberapa penyesuaian. Untuk itu perseroan tetap mempertahankan pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh di kisaran Rp 3,2-3,4 triliun.

"Struktur ini berlaku untuk bisnis transportasi roda dua Gojek, yang menyumbang sekitar 7% dari pendapatan bersih Grup. Dampak dari perubahan komisi ini akan terlihat pada laporan keuangan kuartal ketiga. Namun, setelah satu bulan berjalan, kondisi bisnis tetap stabil,” jelas Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, dalam keterangan resminya Rabu (29/7).

Hans memastikan perusahaan mampu mengatasi dampak kebijakan skema bagi hasil baru yang ditetapkan pemerintah. Kekuatan ekosistem GoTo menjadi strategi perusahaan untuk mempertahankan kinerja. Sebagai dampak dari implementasi komisi 8%, perseroan menurunkan pedoman kinerja layanan On-Demand services untuk setahun penuh menjadi Rp 1,4-1,5 triliun, dari sebelumnya Rp 1,7-1,8 triliun.

Di sisi lain, kinerja Fintech atau GoPay diprediksi akan menopang, sehingga GoTo menaikkan pedoman kinerja Fintech untuk setahun penuh menjadi Rp 1,7-1,8 triliun, dari sebelumnya Rp 1,4-1,5 triliun.

"Bisnis Fintech kami juga terus menunjukkan kinerja yang unggul. Kini, profitabilitasnya telah melebihi bisnis On-demand Services untuk pertama kalinya. Hal ini menunjukkan kekuatan dan keseimbangan ekosistem kami," ujar Hans.

Selain mempertahankan kinerja, GoTo tetap berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan mitra. Hans menyebut pencapaian yang diraih perseroan akan kembali diinvestasikan ke ekosistem GoTo untuk mendukung mitra driver melalui berbagai Program Apresiasi Mitra.

"Seiring dengan berkembangnya ekosistem, kami terus berinvestasi untuk mendukung pelanggan kami, termasuk mendukung Mitra Driver Gojek, di antaranya melalui perluasan Program Apresiasi Mitra, mulai dari BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, Beasiswa, hingga Umrah gratis. Bagi kami, kesuksesan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari kemajuan seluruh pihak di dalam ekosistem GoTo," tutup Hans

Diketahui sebelumnya berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 532 Tahun 2026, Gojek sebagai aplikator berhak mendapat komisi 8% dari biaya perjalanan angkutan penumpang roda dua, turun dari sebelumnya sebesar 20%.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Satgas PASTI Hentikan Snapboost, OJK Kediri Catat Kerugian Korban Capai Rp2,6 Miliar
• 21 jam lalu
0
thumb
Disangka Memeras, Bupati Pemalang dan Staf KPK Ditahan
• 3 jam lalu
0
thumb
Kemkomdigi konsisten tingkatkan kapasitas perempuan pelaku UMKM
• 17 jam lalu
0
thumb
Disdikbud Jeneponto Perkuat Validasi Data Anak Tidak Sekolah, 11.635 ATS Jadi Fokus Penanganan
• 9 jam lalu
0
thumb
6 ASN di Aceh Terjaring Razia Nongkrong di Warkop, Sempat Terjadi Cekcok
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.