Usai Bikin Trump Ngamuk, Netanyahu Masih Berupaya Tawarkan 3 Skenario Selesaikan Perang Iran-Amerika

wartaekonomi.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan masih mengajukan sejumlah opsi kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Hal itu terkait langkah menghadapi dan menyelesaikan perang dari Iran-Amerika.

Dalam pertemuan terbarunya, kedua pemimpin membahas berbagai kemungkinan untuk menghentikan program nuklir Iran. Mulai dari penyelesaian melalui jalur diplomatik, mempertahankan tekanan ekonomi, hingga opsi serangan militer berskala besar.

Baca Juga: Amien Rais: 10 Tahun Jokowi Bikin Korupsi Lepas Kendali, Nah di Bawah Prabowo Sekarang Pemain...

Menurut laporan Reuters yang dikutip Kamis (30/7/2026), seorang pejabat senior mengungkapkan bahwa terdapat tiga skenario utama yang menjadi bahan pembahasan antara Trump dan Netanyahu.

"Presiden Amerika Serikat memiliki tiga pilihan dan semuanya dibahas secara mendalam, yaitu kesepakatan (melalui negosiasi), melanjutkan blokade serta tekanan ekonomi, dan serangan besar-besaran," kata pejabat tersebut.

Netanyahu juga menurutnya telah menyampaikan sejumlah gagasan baru kepada Trump. Namun ia tidak merinci isi usulan tersebut.

Meski berbagai opsi dibahas, pejabat tersebut menegaskan sang perdana menteri tidak secara khusus mendesak sekutunya untuk kembali meningkatkan operasi militer terhadap Iran. Sebaliknya, menurut pejabat itu, keputusan sepenuhnya berada di tangan Presiden Amerika Serikat.

"Pada akhirnya, itu adalah keputusannya," ujarnya.

Adapun pertemuan kedua pemimpin berlangsung setelah muncul laporan bahwa sang presiden sempat merasa kesal terhadap Netanyahu. Ia dikabarkan tidak senang karena kebocoran informasi mengenai rencana politikus itu membahas intelijen terbaru terkait Pickaxe Mountain Iran.

Trump sebelumnya bahkan disebut pernah mengancam akan menyerang fasilitas tersebut apabila situasi terus memburuk. Namun, Israel membantah adanya ketegangan serius antara kedua pemimpin terkait persoalan tersebut.

Tel Aviv menegaskan hubungan kerja sama intelijen antara kedua negara tetap berjalan erat, termasuk dalam menghadapi ancaman yang dinilai berasal dari Iran. Di sisi lain, ia mengakui posisi sekutunya tetap menjadi pihak yang memegang kendali utama dalam pengambilan keputusan strategis.

"Trump adalah mitra senior. Sedangkan Netanyahu merupakan mitra junior," katanya.

Baca Juga: Enggak Takut, Pengunggah Pertama Foto Ijazah Jokowi Siap Dipenjara Seumur Hidup Tanpa Lewat Sidang

Selain itu, pejabat tersebut juga membuka kemungkinan bahwa penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi masih dapat ditempuh apabila situasi memungkinkan dalam perang dari Iran dan Amerika.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kominfo Jatim: Baru 18,2 Persen Warga Manfaatkan AI, Literasi Digital Perlu Diperkuat
• 22 jam lalu
0
thumb
Jumhur Hidayat: Menghardik MBG, Berhadapan dengan Saya
• 8 jam lalu
0
thumb
Paylater Dipakai untuk Sembako, Risiko Gagal Bayar Mengintai?
• 1 jam lalu
0
thumb
Pramono Minta Penimbun Sampah Diproses Hukum dan Diumumkan ke Publik
• 4 jam lalu
0
thumb
Resmikan Pusat Layanan Terpadu, Kepala BGN Larang Pejabat Terima Mitra Secara Diam-Diam
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.