Oegroseno Mengaku Tak Tahu Apa yang Dipersoalkan di Kasus Lahan Sepolwan

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Eks Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno memenuhi undangan klarifikasi Bareskrim Polri terkait kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) di Jalan Ciputat Raya, Jakarta Selatan, dan Lembang, Jawa Barat.

Oegroseno mengaku belum mengetahui dugaan perkara yang menjadi dasar undangan klarifikasi terhadap dirinya, tetapi ia memastikan memenuhi undangan klarifikasi dari penyidik.

“Saya enggak tahu masalah apa yang diduga. Karena ada undangan klarifikasi, kan undangan kita harus pasti hadir. Iya kan?” kata Oegroseno di Bareskrim Polri, Kamis (30/7/2026).

Baca juga: Eks Wakapolri Oegroseno Hadiri Klarifikasi Kasus Lahan Sepolwan, Kenakan Seragam Purnawirawan

Berdasarkan surat undangan yang diterimanya, klarifikasi berkaitan dengan dugaan tindak pidana dalam proses hibah lahan Sepolwan serta pengadaan lahan pengganti untuk Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) pada 2011.

Oegroseno mempertanyakan dasar penyelidikan tersebut.

Menurut dia, jika perkara menyangkut dugaan pelanggaran di internal Polri, semestinya diawali dengan pemeriksaan oleh Irwasum Polri.

“Kalau 2011 kan berarti harus ada hasil pemeriksaan Irwasum (Inspektur Pengawasan Umum). Iya kan? Tapi dasarnya di situ pakai LI, Laporan Informasi,” ucap Oegroseno.

Baca juga: Mengapa Nama Oegroseno Muncul dalam Dugaan Korupsi Lahan Sepolwan? Ini Duduk Perkaranya

Ia juga mengatakan tidak ada temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pengadaan lahan tersebut.

Terlebih, Polri memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sejak 2011.

“Lah ini 2011 bisa dicari pakai LI. Lah kalau semua Kapolda, Kapolri, Pak Hoegeng bisa dicarikan LI bagaimana? Gitu aja sih. Ya saya karena diundang, ya saya jelaskan saja,” ujar dia.

Menurut dia, proses pengadaan lahan dilakukan oleh panitia, sedangkan saat itu dirinya menjabat sebagai Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdik).

“Semua ada panitianya, saya enggak tahu apa-apa. Saya Kalemlik (saat itu), iya kan? Panitia pengadaan pembelian tanah, Brigjen... katanya sudah meninggal, ya enggak tahu nanti bagaimana. Semua itu kan ada panitianya. Apa lagi coba?” jelas dia.

Oegroseno juga mengaku belum mengetahui bentuk pemeriksaan yang akan dijalaninya karena baru sebatas undangan klarifikasi.

Kasus lahan Sepolwan

Adapun Kertas Tipidkor Polri tengah menyelidiki dugaan korupsi pengadaan lahan Sepolwan di Ciputat dan Lembang pada 2011.

Polisi menyatakan perkara tersebut masih berada pada tahap penyelidikan untuk menentukan ada atau tidaknya unsur tindak pidana korupsi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Polisi mengundang Oegroseno untuk memberikan klarifikasi soal pengadaan lahan Sepolwan itu.

"Jadi bukan pemanggilan, melainkan undangan klarifikasi untuk memperoleh keterangan," kata Kepala Kortastipidkor Polri, Irjen Totok Suharyanto, dalam keterangannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jangan Karena Politik, Sejarah Pembangunan NTT Dihapus
• 8 jam lalu
0
thumb
Anak Ketua Yayasan Daycare Little Aresha 2 Kali Mangkir Diperiksa: di Australia
• 1 jam lalu
0
thumb
IHSG Hari Ini Naik 0,31 Persen, The Fed dan Laporan Keuangan Jadi Sorotan
• 7 jam lalu
0
thumb
Pasar Keuangan Masih Tertatih, Skenario Terburuk Sudah Diantisipasi
• 22 jam lalu
0
thumb
Kekeringan di Jabar Meluas hingga 207 Desa, Puluhan Hektar Lahan Terbakar
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.