Kemenkes Ungkap Tren Risiko Penyakit Menular Sejak Usia SD: Banyak Anak Punya Gula Darah Tinggi

kompas.tv
7 jam lalu
Cover Berita
Wakil Ketua Fakta Indonesia Azas Tigor Nainggolan (kiri), Asisten Deputi Pemenuhan Hak Sipil, Informasi, dan Partisipasi Anak KemenPPPA Endah Sri Rejeki (kedua kiri), dan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi (kanan) dalam diskusi publik bertajuk Penentuan Batas Maksimal Kandungan GGL, di Jakarta, Rabu (29/7/2026). (Sumber: Anita Permata Dewi/Antara)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan tren risiko penyakit tidak menular kini ditunjukkan sejak usia sekolah dasar atau SD.

Siti Nadia mengungkapkan, perluasan tren risiko ini ditunjukkan dengan banyaknya anak yang memiliki kadar gula darah tinggi. Nadia mengungkakan, anak seharusnya memiliki kadar gula darah normal karena aktivitas.

"Anak-anak SD itu kadar gula darahnya sudah tinggi. Kita telah temui indikasi awalnya, padahal seharusnya itu pada anak-anak kan kadar gula darahnya normal, aktivitasnya banyak," kata Nadia dalam diskusi Penentuan Batas Maksimal Kandungan GGL" di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Baca Juga: Kasus Diabetes di Banten Didominasi Usia Produktif, Dinkes: Dipengaruhi Kurangnya Aktivitas Fisik

Kadar gula darah normal untuk anak di bawah 6 tahun sekitar 100-200 mg/dL, anak usia 6-12 tahun sekitar 70–150 mg/dL, dan remaja di atas 12 tahun di bawah 140-180 mg/dL.

Akan tetapi, Nadia mengungkapkan banyak anak yang ditemukan memiliki kandungan gula darah melampaui kadar tersebut. Menurutnya, pemerintah perlu menyusun kebijakan untuk mengendalikan batas maksimum konsumsi Gula, Garam, dan Lemak (GGL).

Nadia menegaskan tingginya kadar gula darah sejak usia anak dapat memicu masalah kesehatan serius ada usia dewasa. Menurutnya, anak rentan terkena penyakit kronis ketika mencapai usia produktif.

"Kalau kita tidak melakukan segera policy-policy untuk menjaga konsumsi atau melakukan pengendalian gula, garam, lemak, ya dari tren anak-anak kita saja sudah kelihatan seperti ini," kata Nadia dikutip Antara.

"Jika dari kecil saja gula darahnya sudah tinggi, maka dalam usia 40 tahun, dia (berpotensi) akan terkena (penyakit) jantung, stroke, ginjal. Karena teorinya, gula itu kan mempengaruhi pembuluh darah."

Baca Juga: Kematian Sutrimo, Keluarga Ikhlas dan Tidak Akan Menuntut: Dia Punya Riwayat Diabetes

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV

Tag
  • tren risiko penyakit menular
  • kadar gula darah
  • gula darah anak sd
  • kementerian kesehatan
  • gula darah
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Minta Maaf Usai Kena OTT KPK
• 7 jam lalu
0
thumb
Gempa Jepang 7,1 M Tewaskan 17 Orang, Pabrik Tutup
• 4 jam lalu
0
thumb
Perusahaan di RI Makin Terjepit Dapat Tekanan Bertubi-tubi
• 3 jam lalu
0
thumb
Gunung Semeru Meletus Pagi Ini, Kolom Abu Tebal Menjulang Setinggi 700 Meter
• 7 jam lalu
0
thumb
Anggota DPR Rajiv Serap Aspirasi Warga Ciwidey, Dorong Potensi Pertanian
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.