Jakarta (ANTARA) - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) berkomitmen memperkuat kemitraan dengan pemerintah pusat dan daerah, lembaga negara, serta organisasi sosial dan kemasyarakatan.
Komitmen tersebut diungkapkan Christian Alesandro Delviero Rettob atau Delvis Rettob usai terpilih sebagai Mandataris Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA), Formatur Tunggal, sekaligus Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI Sanctus Thomas Aquinas periode 2026–2028.
"Reposisi dan konsolidasi internal PMKRI di seluruh Nusantara penting agar organisasi mampu merespons persoalan bangsa, termasuk ketimpangan pembangunan dan kebijakan yang belum merata," ujar Delvis dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.
Adapun Delvis terpilih dalam Sidang MPA XXXIII di Ruteng PMKRI, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (28/7).
Usai terpilih, Delvis menyampaikan terima kasih kepada seluruh cabang yang telah menyukseskan Kongres dan MPA.
Ia menilai seluruh proses, meski berlangsung panjang dan penuh dinamika, tetap berjalan dalam suasana hangat serta semangat persaudaraan.
“Keberhasilan Kongres dan MPA ini merupakan hasil kerja keras seluruh cabang PMKRI se-Indonesia. Prosesnya memang penuh dinamika, tetapi berjalan dalam kehangatan dan semangat persaudaraan,” ujarnya.
Delvis turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Manggarai, para senior, serta masyarakat Manggarai yang telah menerima seluruh peserta dengan hangat melalui adat dan budaya setempat.
Di tengah dinamika kongres, dirinya mengajak seluruh kader kembali menjaga muruah organisasi dan memperkuat soliditas.
Dia berharap perbedaan sikap politik jangan sampai mencederai organisasi sehingga semua kader diajak kembali mengedepankan semangat persaudaraan dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun PMKRI.
Dengan demikian, diharapkan pula PMKRI semakin kritis, mandiri, solid, dan relevan dalam melayani gereja, bangsa, dan negara.
Sementara itu, Ketua Cabang Penyelenggara Kongres XXXIV dan MPA XXXIII PMKRI Margareta Kartika berharap kepemimpinan baru dapat membawa PMKRI terus bertumbuh sebagai gerakan kader yang beriman, intelektual, dan berpihak kepada masyarakat.
Ia mengatakan berbagai nilai PMKRI perlu diwujudkan melalui penguatan kaderisasi, solidaritas antarcabang, serta gerakan yang responsif terhadap persoalan masyarakat.
“PMKRI harus terus memperkuat persaudaraan dan solidaritas, sekaligus menghadirkan program kaderisasi dan gerakan yang konkret, berbasis data, serta berpihak kepada kelompok kecil dan rentan,” ucap Kartika.
Pada putaran pertama, sembilan kandidat dari berbagai cabang mengikuti pemilihan, yakni Popin dari Surabaya, Bhre dari Semarang, Jonas dari Yogyakarta, Mone dari Kupang, Delvis dari Ambon, Ferdy dari Bogor, Exen dari Malang, Nardin dari Ruteng, dan Roland dari Denpasar.
Delvis meraih suara terbanyak dengan 43 suara, disusul Exen dengan 13 suara, Jonas delapan suara, Mone delapan suara, Roland empat suara, Bhre tiga suara, Popin dua suara, Nardi dua suara dan Ferdi satu suara, serta tiga suara tidak sah.
Dua kandidat, Delvis dan Exen akhirnya melaju ke putaran kedua. Namun sebelum pemungutan suara pada putaran kedua berlangsung, Exen selaku kandidat meninggalkan arena.
Berdasarkan tata tertib dan agenda persidangan, forum MPA menyepakati Delvis ditetapkan sebagai Ketua Presidium PP PMKRI Sanctus Thomas Aquinas periode 2026-2028.
Baca juga: PMKRI dan ormas pemuda gelar deklarasi pilkada damai di Kupang
Baca juga: PMKRI Kapuas Hulu sambut baik kedatangan UAS membawa pesan kerukunan
Baca juga: PMKRI tegaskan kawal pembangunan IKN Nusantara
Komitmen tersebut diungkapkan Christian Alesandro Delviero Rettob atau Delvis Rettob usai terpilih sebagai Mandataris Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA), Formatur Tunggal, sekaligus Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI Sanctus Thomas Aquinas periode 2026–2028.
"Reposisi dan konsolidasi internal PMKRI di seluruh Nusantara penting agar organisasi mampu merespons persoalan bangsa, termasuk ketimpangan pembangunan dan kebijakan yang belum merata," ujar Delvis dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.
Adapun Delvis terpilih dalam Sidang MPA XXXIII di Ruteng PMKRI, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (28/7).
Usai terpilih, Delvis menyampaikan terima kasih kepada seluruh cabang yang telah menyukseskan Kongres dan MPA.
Ia menilai seluruh proses, meski berlangsung panjang dan penuh dinamika, tetap berjalan dalam suasana hangat serta semangat persaudaraan.
“Keberhasilan Kongres dan MPA ini merupakan hasil kerja keras seluruh cabang PMKRI se-Indonesia. Prosesnya memang penuh dinamika, tetapi berjalan dalam kehangatan dan semangat persaudaraan,” ujarnya.
Delvis turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Manggarai, para senior, serta masyarakat Manggarai yang telah menerima seluruh peserta dengan hangat melalui adat dan budaya setempat.
Di tengah dinamika kongres, dirinya mengajak seluruh kader kembali menjaga muruah organisasi dan memperkuat soliditas.
Dia berharap perbedaan sikap politik jangan sampai mencederai organisasi sehingga semua kader diajak kembali mengedepankan semangat persaudaraan dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun PMKRI.
Dengan demikian, diharapkan pula PMKRI semakin kritis, mandiri, solid, dan relevan dalam melayani gereja, bangsa, dan negara.
Sementara itu, Ketua Cabang Penyelenggara Kongres XXXIV dan MPA XXXIII PMKRI Margareta Kartika berharap kepemimpinan baru dapat membawa PMKRI terus bertumbuh sebagai gerakan kader yang beriman, intelektual, dan berpihak kepada masyarakat.
Ia mengatakan berbagai nilai PMKRI perlu diwujudkan melalui penguatan kaderisasi, solidaritas antarcabang, serta gerakan yang responsif terhadap persoalan masyarakat.
“PMKRI harus terus memperkuat persaudaraan dan solidaritas, sekaligus menghadirkan program kaderisasi dan gerakan yang konkret, berbasis data, serta berpihak kepada kelompok kecil dan rentan,” ucap Kartika.
Pada putaran pertama, sembilan kandidat dari berbagai cabang mengikuti pemilihan, yakni Popin dari Surabaya, Bhre dari Semarang, Jonas dari Yogyakarta, Mone dari Kupang, Delvis dari Ambon, Ferdy dari Bogor, Exen dari Malang, Nardin dari Ruteng, dan Roland dari Denpasar.
Delvis meraih suara terbanyak dengan 43 suara, disusul Exen dengan 13 suara, Jonas delapan suara, Mone delapan suara, Roland empat suara, Bhre tiga suara, Popin dua suara, Nardi dua suara dan Ferdi satu suara, serta tiga suara tidak sah.
Dua kandidat, Delvis dan Exen akhirnya melaju ke putaran kedua. Namun sebelum pemungutan suara pada putaran kedua berlangsung, Exen selaku kandidat meninggalkan arena.
Berdasarkan tata tertib dan agenda persidangan, forum MPA menyepakati Delvis ditetapkan sebagai Ketua Presidium PP PMKRI Sanctus Thomas Aquinas periode 2026-2028.
Baca juga: PMKRI dan ormas pemuda gelar deklarasi pilkada damai di Kupang
Baca juga: PMKRI Kapuas Hulu sambut baik kedatangan UAS membawa pesan kerukunan
Baca juga: PMKRI tegaskan kawal pembangunan IKN Nusantara






Komentar (0)