Diduga Serangan Jantung, Perempuan di Tulungagung Tewas Usai Keluar dari Wahana Rumah Hantu

beritajatim.com
8 jam lalu
Cover Berita

Tulungagung (beritajatim.com) – Seorang perempuan di Tulungagung tewas usai keluar dari wahana rumah hantu yang berada di parkiran sebuah pusat perbelanjaan.

Korban diketahui berinisial BNW (39), warga Desa Beji, Kecamatan Boyolangu. Dari hasil pemeriksaan medis, diduga korban mengalami serangan jantung. Wahana rumah hantu untuk sementara ditutup guna mempermudah proses penyelidikan.

Pamapta Polres Tulungagung, Ipda Hendra Endy Purwanto mengatakan peristiwa ini terjadi kemarin sore. Korban memasuki wahana rumah hantu sekitar pukul 14.30 WIB dan keluar sekitar lima menit kemudian seperti pengunjung lainnya.

“Korban memasuki wahana sekitar pukul 14.30 WIB. Lima menit kemudian, korban sudah keluar dari area rumah hantu seperti pengunjung lainnya,” ujar Ipda Hendra.

Setelah keluar, korban sempat duduk di kursi yang berada di dekat pintu keluar. Tak lama berselang, korban yang berdiri tiba-tiba terjatuh.

Melihat kejadian itu, pengunjung dan petugas di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan pertama serta menghubungi tenaga medis. Namun upaya penyelamatan tidak mampu menyelamatkan nyawa korban.

“Setelah duduk, korban berdiri. Tidak lama kemudian terjatuh,” tuturnya.

Tim Inafis Polres Tulungagung bersama petugas medis RSUD dr. Iskak kemudian melakukan olah TKP dan pemeriksaan awal. Dari hasil visum luar ditemukan luka pada pelipis kiri yang diduga terjadi akibat benturan saat korban terjatuh, serta satu gigi yang patah.

Meski demikian, kepolisian menegaskan luka tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian. Penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan penyebab meninggalnya korban.

“Di pelipis sebelah kiri ada luka karena kemungkinan terbentur saat jatuh, kemudian ada gigi yang patah,” terangnya.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat hipertensi. Saat menunaikan ibadah haji beberapa waktu lalu korban beberapa kali mengalami pingsan karena tekanan darah tinggi. Sepulang dari ibadah haji, korban juga disebut kerap mengeluhkan jantung berdebar ketika mendengar suara keras, seperti suara knalpot atau kendaraan yang digas.

“Menurut keterangan ibu kandungnya, saat haji korban pernah pingsan cukup lama. Setelah pulang juga kalau mendengar suara keras, misalnya knalpot atau motor digas, sering merasa berdebar,” jelasnya.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk menjalani visum luar. Setelah proses tersebut selesai, pihak keluarga menerima kejadian itu sebagai musibah dan memilih tidak dilakukan autopsi.

Sementara itu, polisi untuk sementara menutup operasional wahana rumah hantu dan memasang garis polisi di lokasi. Langkah tersebut dilakukan guna memudahkan proses penyelidikan serta pemeriksaan terhadap pihak pengelola.

“Untuk sementara wahana rumah hantu ditutup guna kepentingan penyelidikan. Kami juga masih melakukan klarifikasi terhadap pihak pengelola,” pungkasnya. [nm/ian]


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kerap Lakukan OTT ke Bupati, Wakil Ketua KPK Tegaskan Tidak Menarget atau Cari Kesalahan
• 1 menit lalu
0
thumb
Prabowo Kasih PR ke Dirut KAI: Garap Rel Trans-Sumatra dan Trans-Kalimantan
• 3 jam lalu
0
thumb
CENTCOM klaim bantu 1.000 kapal lintasi Selat Hormuz sejak Mei
• 17 jam lalu
0
thumb
Undana Terjunkan 48 Tim Pengabdian Masyarakat untuk Dukung Pembangunan Berkelanjutan di Sumba Tengah
• 23 jam lalu
0
thumb
Miris! Buruh di Cilegon Utang Miliaran gegara Judol hingga Kena PHK
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.