Jakarta: Depresi, kecemasan berlebih, dan tekanan batin bukanlah fenomena baru dalam kehidupan manusia. Belakangan ini, isu kesehatan mental semakin terbuka untuk dibicarakan seiring meningkatnya kesadaran bahwa beban pikiran dan rasa overthinking yang berlarut-larut dapat berdampak serius pada kualitas hidup seseorang.
Jauh sebelum istilah "kesehatan mental" populer seperti sekarang, Rasulullah saw. telah mengajarkan sejumlah doa yang secara khusus berisi permohonan agar hati diberi ketenangan dan segala urusan dimudahkan oleh Allah Swt. Doa-doa ini menjadi pengingat agar seseorang tidak merasa berjalan sendirian dalam menghadapi ujian hidup, meski hanya sekejap mata.
Mengutip NU Online, berikut adalah doa-doa yang diajarkan Rasulullah saw. untuk menjaga kesehatan batin dan ketenangan jiwa:
Doa yang Diajarkan kepada Siti Fathimah Rasulullah saw. pernah mengajarkan sebuah doa kepada putri tercintanya, Siti Fathimah RA, untuk menjaga ketenangan jiwa. Rasulullah saw. menganjurkan agar doa ini dibaca secara rutin di pagi dan sore hari. Pada intinya, doa ini berisi permohonan rahmat serta keterlibatan Allah Swt. dalam menyelesaikan setiap persoalan hidup.
Doa ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasai, Ibnu Sunni, Al-Hakim, dan Al-Baihaqi:
Ya hayyu, ya qayyumu, bi rahmatika astaghitsu, ashlih li sya'ni kullahu, wa la takilni ila nafsi tharfata 'aynin
Artinya: "Wahai Zat yang maha hidup dan maha kekal abadi, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Bawakanlah kemaslahatan pada segala urusanku. Janganlah Kaubiarkan aku sendiri menyelesaikan urusan meski sekejap." (HR. An-Nasai, Ibnu Sunni, Al-Hakim, Al-Baihaqi)
Doa yang Dibaca Rasulullah SAW Menjelang Perang Uhud Ahmad bin Amr bin Dhahak meriwayatkan doa yang senada dari Rasulullah saw.. Beliau menyebutkan bahwa doa ini merupakan salah satu permohonan yang paling sering dibaca Rasulullah saw. saat menghadapi musuh di bukit Uhud, sebuah momen yang penuh dengan tekanan besar dan ketegangan batin:
Ya hayyu, ya qayyumu, bi rahmatika astaghitsu, ikfini kulla syay'in, wa la takilni ila nafsi tharfata 'aynin
Artinya: "Wahai Zat yang maha hidup dan maha kekal abadi, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Cukupilah aku dalam mengatasi segala urusan. Janganlah Kaubiarkan aku sendiri menyelesaikan urusan meski sekejap." (HR. Ahmad bin Amr bin Dhahak)
3. Doa untuk Menghadapi Kebuntuan dan Masalah Berat Imam Bukhari dalam kitab Al-Adabul Mufrad meriwayatkan doa serupa yang dibaca ketika seseorang sedang menghadapi kebuntuan, masalah berat, dan sangat membutuhkan jalan keluar:
Allahumma, rahmataka arju, wa la takilni ila nafsi tharfata 'aynin, ashlih li sya'ni kullahu, la ilaha illa anta
Artinya: "Ya Allah, kepada rahmat-Mu kuberharap. Janganlah Kaubiarkan aku sendiri menyelesaikan urusan meski sekejap. Bawakanlah kemaslahatan pada segala urusanku. Tiada Tuhan selain Engkau." (HR. Bukhari dalam Kitab Al-Adabul Mufrad)
Ketiga doa di atas memiliki benang merah yang sama, yaitu permohonan agar Allah Swt. senantiasa hadir dan terlibat dalam menyelesaikan setiap urusan, serta kepasrahan agar kita tidak dibiarkan menanggung beban pikiran sendirian meski hanya sekejap mata.
Baca Juga :
Puasa Ayyamul Bidh Juli 2026: Jadwal, Niat, KeutamaanDoa-doa ini dapat menjadi sandaran spiritual yang menguatkan batin di tengah tekanan, kecemasan, atau kebuntuan hidup sehari-hari. Namun, penting untuk diingat bahwa doa berfungsi sebagai penyembuh dan penguat dari dalam, bukan sebagai pengganti ikhtiar medis atau profesional.
Bagi Anda yang mengalami gejala kesehatan mental serius atau berkepanjangan, berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater tetap merupakan langkah nyata yang sangat dianjurkan untuk melengkapi ikhtiar spiritual ini.





Komentar (0)