JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan dampak musim kemarau yang diperkuat fenomena El Nino di Indonesia terus meningkat.
Setelah sebelumnya didominasi kekeringan pertanian, kondisi saat ini mulai bergeser menuju fase kekeringan hidrologis yang ditandai dengan berkurangnya pasokan air di sejumlah sumber air permukaan.
Sekretaris Utama BMKG yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto, mengatakan perkembangan tersebut perlu diantisipasi karena berkaitan langsung dengan menurunnya ketersediaan air di sungai, waduk, maupun sumber air lainnya.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Besok Kamis 30 Juli 2026: Waspadai Hujan Lebat dan Petir di Sejumlah Wilayah
"Kalau kita lihat saat ini itu bergerak dari kekeringan pertanian menuju kekeringan hidrologis. Ini berkaitan dengan pasokan air pada sumber-sumber air permukaan, misalkan tinggi muka air mulai turun. Nah, ini yang perlu kita antisipasi," kata Guswanto dalam program Sapa Indonesia Malam, Rabu (29/7/2026).
Menurut Guswanto, sebelum memasuki fase tersebut, Indonesia lebih dahulu mengalami kekeringan meteorologis pada April hingga Juni 2026.
Kondisi itu ditandai curah hujan yang berada di bawah normal selama satu periode musim.
Seiring berlanjutnya musim kemarau, kekeringan kemudian berkembang menjadi kekeringan pertanian ketika kandungan air di dalam tanah tidak lagi mampu mencukupi kebutuhan tanaman.
"Nah, kekeringan pertanian itu terjadi ketika kandungan air di dalam tanah sudah tidak cukup lagi mendukung pertumbuhan tanaman. Misalnya tanaman mulai layu atau mengalami stres air hingga mengalami nanti gagal panen," ujarnya.
BMKG menyebut kondisi tersebut kini mulai berkembang menuju kekeringan hidrologis, yakni fase ketika ketersediaan air pada sumber air permukaan terus berkurang akibat musim kemarau yang berkepanjangan.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- kekeringan hidrologis
- BMKG
- kekeringan Indonesia
- musim kemarau 2026
- El Nino
- dampak El Nino






Komentar (0)