REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di balik kesuksesan Riva Cake yang kini dikenal dengan produk unggulannya, Kue Sarmut berbahan dasar talas, tersimpan perjalanan panjang penuh jatuh bangun yang dialami pemiliknya, Vini. Perempuan asal Cigombong, Kabupaten Bogor itu mengaku tidak memiliki latar belakang pendidikan tata boga.
Dia merupakan lulusan Sekolah Tinggi Perhotelan NHI Bandung tahun 1994 dengan jurusan Room Division dan sempat berkarier di sejumlah hotel sebagai supervisor housekeeping. Namun, rutinitas pekerjaan yang dijalani selama bertahun-tahun membuatnya memutuskan mencari jalan baru.
Baca Juga
Kejar Pertumbuhan Ekonomi 7,1 Persen, Bobby Andalkan 1,4 Juta UMKM Sumut
Perjanjian Dagang Harus Buka Peluang Ekspor bagi UMKM
Bupati Tangerang: Jambore Koperasi Perkuat Kemitraan KDKMP dan UMKM
Pada 2010, Vini mulai menekuni usaha roti burger setelah melihat peluang pasar di lingkungan pesantren di wilayah Sukabumi. "Dulu saya produksi roti burger untuk pesantren-pesantren dari Cigombong sampai Cibadak. Produksinya bisa mencapai 800 roti per hari," ujarnya dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Keberhasilan usaha tersebut membuatnya semakin yakin mengembangkan bisnis kuliner. Pada 2014, modal sekitar Rp 100 juta hasil usaha burger digunakan untuk menyewa ruko dan membangun usaha bakery. Namun, langkah tersebut justru menjadi awal masa sulit dalam hidupnya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Tanpa bekal pengetahuan bisnis yang memadai, usaha bakery yang dibangun tidak berjalan sesuai harapan. Vini mengaku saat itu belum memahami pentingnya riset pasar dan strategi usaha. Produk bakery yang ditawarkan ternyata kurang sesuai dengan karakter konsumen di wilayah Cigombong.
Dalam waktu sekitar satu tahun, modal usaha habis. Untuk mempertahankan usaha, ia bahkan mengagunkan mobil pribadi. Namun karena kondisi keuangan terus memburuk, kendaraan tersebut akhirnya disita pihak leasing.
Komentar (0)