VIVA – Peluang Port FC untuk mengunci tiket semifinal Piala Presiden 2026 lebih cepat harus tertunda. Sempat memimpin dua gol atas Persija Jakarta, wakil Thailand itu justru dipaksa puas berbagi angka setelah pertandingan Grup B berakhir imbang 2-2 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Rabu 29 Juli 2026.
Hasil tersebut membuat Port FC gagal mempertahankan keunggulan yang sudah berada di depan mata. Pelatih Sarawut Treephan pun tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya karena timnya kehilangan dua poin penting setelah sempat mengendalikan jalannya pertandingan.
"Kami tidak senang dengan hasil ini karena sempat unggul 2-0, tetapi akhirnya menjadi 2-2," kata Sarawut dalam konferensi pers usai pertandingan di Stadion GBT Surabaya, Rabu, 29 Juli 2026.
Menurut Sarawut, perubahan jalannya laga tak lepas dari kondisi tim yang kehilangan dua pemain akibat cedera. Situasi tersebut memaksanya mengubah rencana permainan yang sebelumnya sudah dipersiapkan untuk menghadapi Persija.
Ia mengakui perubahan itu membuat strategi Port FC tidak berjalan maksimal, meski secara permainan dan kerja sama antarpemain dinilai tetap menunjukkan perkembangan positif.
"Taktik yang kami siapkan tidak bisa dijalankan karena pemain kami tidak lengkap. Namun, di pertandingan ini kami sebenarnya bermain dengan baik dari segi kerja sama tim," ucapnya.
Kini fokus Port FC beralih ke laga penentuan melawan Persebaya Surabaya. Sarawut menyebut pertandingan tersebut akan sangat menentukan nasib timnya untuk melangkah ke semifinal.
Namun sebelum menentukan komposisi pemain, ia memastikan kondisi seluruh skuad akan dievaluasi lebih dulu, termasuk Bruno Moreira yang juga mendapat perhatian khusus dari tim pelatih.
"Karena kami tidak ingin kehilangan pemain lagi akibat cedera pada masa pramusim ini," ujarnya.
Sementara itu, Bruno Moreira menilai Persija mampu memberikan tekanan sepanjang pertandingan berkat kualitas individu yang dimiliki para pemainnya.
Mantan pemain Persebaya Surabaya itu mengakui Port FC sempat menguasai permainan ketika unggul dua gol. Namun, hilangnya konsentrasi menjadi penyebab timnya gagal mempertahankan keunggulan.
"Kami harus memperbaiki kesalahan itu dan menjadi lebih baik pada pertandingan berikutnya," kata Bruno.






Komentar (0)