250 KK di Cimahpar Bogor Terdampak Kekeringan, BPBD Kirim Air Bersih

kompas.com
17 jam lalu
Cover Berita

BOGOR, KOMPAS.com - Kekeringan melanda Kelurahan Cimahpar, Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).

Akibatnya, sekitar 250 kepala keluarga (KK) terdampak karena sumber mata air dan sumur warga mengering.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko, mengatakan kekeringan terjadi di RT 01 dan RT 02, wilayah RW 02, Kelurahan Cimahpar, Bogor Utara.

Baca juga: 145 KK di Sukaresmi Bogor Terdampak Kekeringan, BPBD Salurkan 4.000 Liter Air Bersih

"Dikarenakan sumber mata air dan sumur warga kering. Kejadian ini mengakibatkan kekeringan di wilayah tersebut berdampak pada 250 KK," kata Dimas Tiko melalui keterangan resminya pada Rabu.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga, BPBD Kota Bogor menyalurkan sekitar 4.000 liter air ke lokasi terdampak.

"Assessment dan penyaluran air bersih sekitar 4.000 liter sudah selesai dilakukan oleh personil TRC-PB BPBD Kota Bogor di lokasi kejadian," tutur dia.

Baca juga: Musim Kemarau Mulai Berlangsung, Bagaimana Cara Pemprov DKI Antisipasi Kekeringan?

Selain itu, terdapat pula peristiwa serupa, yakni sumber mata air dan sumur warga Sukaresmi, Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, mengalami kekeringan pada Rabu (29/7/2026).

Sekitar 145 keluarga terdampak kekeringan tersebut.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Guna memenuhi kebutuhan air bersih warga, BPBD Kota Bogor menyalurkan sekitar 4.000 liter air bersih ke lokasi terdampak.

Warga Kota Bogor yang mengalami kekeringan bisa langsung melaporkan secara mandiri ke BPBD Kota Bogor melalui nomor hotline Pusdalops, 088809112569.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Karyawan OpenAI, Anthropic, Google, dkk Desak AS Perlambat Pengembangan AI Dunia
• 6 jam lalu
0
thumb
Toko Hijab Milik Ivan Gunawan di Purwokerto Dibobol Maling, Pelaku Diringkus
• 9 jam lalu
0
thumb
Lepas Purna Tugas Sekda, Rico Waas: Wiriya Alrahman Tak Hanya Mengabdi, Tetapi Juga Melahirkan Banyak Pemimpin
• 22 jam lalu
0
thumb
PLN Pastikan Beli Listrik dari PSEL Legok Nangka Selama 20 Tahun
• 7 jam lalu
0
thumb
Forum Refleksi Tata Kelola Kehutanan Desak Pencabutan UU Nomor 41 Tahun 1999
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.