Iran Hujani Israel dengan Rudal, Klaim Negosiasi Trump Dibantah Teheran 

republika.co.id
4 bulan lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN -- Iran kembali meluncurkan gelombang rudal ke Israel pada Selasa, di tengah klaim Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump soal adanya pembicaraan “sangat baik” untuk mengakhiri perang. Pernyataan tersebut langsung dibantah Teheran yang menegaskan tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung.

Serangan rudal terbaru dilaporkan menghantam wilayah utara Israel, menyebabkan kerusakan bangunan namun tanpa korban jiwa. Di saat bersamaan, ketegangan regional meningkat setelah Israel juga melancarkan serangan udara ke selatan Beirut, Lebanon.

Baca Juga
  • Gaji Digital Marketing Tembus Rp 35 Juta, Prodi Bisnis Digital UNM Siapkan Talenta Siap Pakai
  • Melihat Latihan Perdana Timnas Indonesia Jelang FIFA Series, Ada Elkan Baggot
  • Mahasiswa UNM Sudah Tembus Industri, Kamu Masih Nunggu Wisuda?

Pernyataan Trump memicu optimisme di pasar global. Ia mengklaim pemerintahannya tengah berbicara dengan “orang penting” dari Iran dan menyebut peluang kesepakatan dapat tercapai dalam beberapa hari ke depan. Namun, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf membantah keras klaim tersebut.

“Tidak ada negosiasi,” ujar Ghalibaf dilansir Arabnews, Selasa (24/3/2026), seraya menuding Trump berupaya memanipulasi pasar keuangan dan harga minyak.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei juga menyatakan bahwa meski ada pesan dari negara-negara sahabat terkait keinginan AS untuk berunding, namun pembicaraan resmi belum pernah terjadi.

Sementara itu, laporan media AS menyebutkan kemungkinan pertemuan antara utusan Washington dengan delegasi Iran dalam waktu dekat. Nama-nama seperti Steve Witkoff dan Jared Kushner disebut-sebut akan terlibat, bahkan Wakil Presiden JD Vance dikabarkan mungkin ikut serta. Namun Gedung Putih belum mengonfirmasi rencana tersebut.

Di pihak Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengakui adanya komunikasi dengan Trump. Ia menyebut Washington melihat peluang tercapainya kesepakatan, tetapi menegaskan Israel akan terus melanjutkan serangan.

“Israel akan terus bertindak untuk melindungi diri,” kata Netanyahu.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bawa-Bawa Persib, Media Vietnam Tuding AFC Beri Keuntungan untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
• 2 jam lalu
0
thumb
Kasus Satpam Tewas di Jatiluhur Belum Ada Tersangka, Polisi: Terkendala Minimnya Saksi dan CCTV
• 5 jam lalu
0
thumb
Ketua SC Sebut Kongres dan MPA PMKRI Tahun 2026 Belum Selesai, Segera Dilanjutkan di Jakarta
• 11 jam lalu
0
thumb
Prabowo Naikkan Tunjangan Kinerja TNI Setelah 8 Tahun, Ini Besarannya
• 15 jam lalu
0
thumb
Ekonom Beberkan 70% Tekanan Rupiah Bersumber dari Dalam Negeri
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.