Bisnis.com, JAKARTA — Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat volume kendaraan menyentuh angka 270.000 unit pada puncak arus mudik Lebaran 2026, naik 4,26% apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang tercatat sebanyak 258.000 kendaraan.
Kepala Korlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho mengaku, meski terjadi lonjakan pergerakan, kondisi arus lalu lintas masih terpantau terkendali dengan memaksimalkan sistem satu arus nasional alias rekayasa one way, baik di jalur tol maupun dampaknya terhadap jalur arteri.
"Sampai saat ini masih kami berlakukan one way nasional. Adapun kondisi arus lalu lintas khususnya di jalan tol, tentunya juga kami melihat dampaknya ke arteri. Sampai saat ini cukup terkendali," ujar Agus saat memantau pergerakan di bawah jalan tol layang MBZ, Tol Jakarta-Cikampek, Kamis (19/3/2026) sore, dikutip dari rilis Korlantas.
Demi mengurai kepadatan yang terus terjadi akibat tingginya bangkitan kendaraan, Korlantas akan menerapkan contraflow secara bertahap. Rekayasa diawali dengan pemberlakuan contraflow satu lajur dari KM 36 hingga KM 47.
Seiring dengan bertambahnya volume lalu lintas, skema tersebut langsung diekspansi menjadi dua lajur dari KM 47 hingga KM 48. Puncaknya, kepolisian memberlakukan contraflow tiga lajur mulai dari KM 48 hingga KM 70.
"Sampai KM 70, tentunya nanti arah ke Trans Jawa alhamdulillah lancar karena sudah kita lakukan one way nasional. Itu kondisi ter-update hari ini," terangnya.
Baca Juga
- JELAJAH LEBARAN 2026: ASDP Catat Pemudik Bali-Jawa Melonjak 65,2% pada Rabu (18/3)
- Mudik Aman, Jasa Raharja Minta Pemudik Cek Kendaraan Lewat 5 Imbauan Ini
- H-3 Lebaran, Kemenhub Catat 7,75 Juta Orang Mudik Pakai Angkutan Umum
Dalam proses implementasi rekayasa lalu lintas tersebut, Agus mengungkapkan bahwa akses menuju Jalan Tol Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) akan ditutup sementara selama kurang lebih 1,5 jam. Langkah ini diyakini segera bisa mendukung kelancaran distribusi lajur contraflow di jalur bawah.
"[Tol] MBZ tadi [Kamis, 19/3/2026] kita tutup hampir 1,5 jam. Karena langkah-langkah contraflow sudah selesai, tentunya kita buka lagi dan alhamdulillah sekarang sudah lancar," ungkap jenderal bintang dua tersebut.
Di sisi lain, Korlantas turut mencatat tingkat kecelakaan lalu lintas harian tercatat mengalami penyusutan sebesar 2,8%. Indikator fatalitas korban meninggal dunia juga berhasil turun hingga 40% dibandingkan dengan Lebaran tahun lalu.
Agus berharap tren positif penurunan angka fatalitas kecelakaan ini dapat terus dipertahankan hingga Operasi Ketupat 2026 resmi berakhir.
Menutup keterangannya, Kakorlantas mengonfirmasi bahwa fase puncak arus mudik telah berhasil dilalui oleh petugas dan masyarakat. Kendati demikian, dia meminta sisa pemudik yang tengah berada di perjalanan untuk senantiasa mengedepankan kewaspadaan.
"Puncak arus sudah kita lalui, tinggal sekian persen nanti kita tunggu untuk kita amankan. Kami mengharapkan untuk rekan-rekan pemudik agar memang harus hati-hati dan sabar," tutupnya.





