REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI — Pemerintah memastikan kesiapan Tol Trans Jawa dalam menghadapi puncak arus mudik Lebaran 2026. Infrastruktur jalan tol dinilai dalam kondisi optimal untuk mendukung kelancaran perjalanan pemudik.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan pemantauan dilakukan secara intensif, termasuk terhadap potensi gangguan cuaca dan kepadatan lalu lintas.
Baca Juga
Puncak Arus Mudik Nagreg Hari Ini, 98 Ribu Kendaraan Sudah Melintas
Kementerian PU Siagakan 24 Jam Infrastruktur dan Layanan untuk Arus Mudik 2026
Difabel Dapat Akses Mudik Aman Lewat Program Gratis BSI
“Tol Trans Jawa ini kita pastikan dalam kondisi yang prima. Kita juga mengantisipasi segala bentuk insiden, termasuk juga cuaca yang kita pantau secara 24 jam, bekerja sama tentunya dengan BMKG dan para petugas yang ada di lapangan,” ujar AHY, Kamis.
AHY menyebut, Kamis (19/3/2026) diperkirakan menjadi puncak arus mudik, melengkapi gelombang sebelumnya yang terjadi sejak akhir pekan hingga pertengahan pekan. Pemerintah telah mengantisipasi lonjakan tersebut melalui berbagai skema pengaturan lalu lintas.
/* Make the youtube video responsive */ .iframe-container{position:relative;width:100%;padding-bottom:56.25%;height:0 ;margin : 14px 0px 15px 0px}.iframe-container iframe{position:absolute;top:0;left:0;width:100%;height:100%} .rec-desc {padding: 7px !important;}
Berdasarkan pemantauan melalui CCTV dan konferensi video, sejumlah titik kepadatan terpantau di Km 70 Cikatama, Kalikangkung, serta Gerbang Tol Prambanan di ruas tol fungsional Yogyakarta-Solo.
“Secara umum terpantau melalui CCTV, ramai tapi lancar. Ini terus kita kawal hingga nanti benar-benar surut, dan masyarakat secara umum berada di kampung halaman masing-masing,” kata AHY.
AHY menegaskan, kelancaran arus mudik didukung melalui Operasi Ketupat yang melibatkan Polri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, serta operator jalan tol seperti Jasa Marga. Sinergi lintas instansi ini difokuskan untuk memastikan perjalanan masyarakat tetap aman.
Ia menambahkan, arus kendaraan menuju Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur menjadi yang paling padat. Karena itu, pengawasan dilakukan secara berkelanjutan hingga arus balik Lebaran.
“Mudah-mudahan semua berjalan dengan baik, dan bisa tiba di lokasi dengan selamat, karena itu yang paling penting dan paling utama. Selebihnya, kami ingin memastikan setelah lebaran, arus baliknya juga bisa kita kawal bersama-sama,” kata AHY.