Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ekonomi ke Istana Negara, Jakarta, Kamis (19/3/2026). Mereka yang hadir di antaranya Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, serta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Pertemuan yang digelar di Istana Kepresidenan tersebut diduga membahas berbagai isu strategis ekonomi menjelang Lebaran, termasuk efisiensi anggaran hingga kondisi fiskal nasional.
Menurut pantauan Bisnis, Rosan menjadi pejabat pertama yang tiba sekitar pukul 15.33 WIB. Ia tampak mengenakan batik berwarna hijau dan celana hitam. Namun, dia enggan mengungkapkan secara rinci agenda pertemuan.
“Iya kan dipanggil [Presiden] ini saja. Ya nanti kita bahas di dalam dulu habis itu ntar saya kabarin ya kalau sudah selesai,” kata Rosan singkat.
Tak lama berselang, Airlangga tiba sekitar pukul 16.07 WIB dengan mengenakan kemeja putih. Dia menyebut pemanggilan tersebut berkaitan dengan laporan hasil rapat koordinasi terbatas sebelumnya.
“Hari ini dipanggil Pak Presiden, nanti kami beritahu,” ujarnya.
Baca Juga
- Jelang Lebaran, Prabowo Terima Kunjungan Megawati di Istana Hari Ini (19/30)
- Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras: Koalisi Sipil Desak Prabowo Bentuk TGPF
- Tunggu Instruksi Prabowo, Purbaya Sebut Perppu Defisit APBN Belum Diperlukan
Saat ditanya apakah pembahasan terkait persiapan Lebaran, Airlangga mengaitkannya dengan agenda efisiensi anggaran kementerian dan lembaga.
“Kemarin kan kami sudah rakortaskan terkait dengan efisiensi. Itu salah satu yang mau dilaporkan,” katanya.
Lebih lanjut, dia juga menyebut sejumlah isu lain yang kemungkinan turut dibahas, mulai dari kebijakan kerja fleksibel hingga dinamika global.
“Nanti tunggu aja,” ucapnya saat ditanya soal geopolitik.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tiba pukul 16.18 WIB mengenakan batik cokelat. Dia mengungkapkan bahwa pertemuan akan membahas berbagai aspek fiskal sebagai bahan antisipasi pemerintah.
“Ya, kita antisipasi mungkin subsidi berapa, kondisi APBN seperti apa. Itu yang harus diantisipasi. Tapi saya nggak tahu detail meeting-nya apa. Saya belum masuk ke dalam, ya,” lanjutnya.
Purbaya juga menyinggung usulan efisiensi anggaran yang tengah dibahas bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Dia mengakui tantangan dalam mendorong kementerian untuk melakukan penghematan secara mandiri.
Misalnya, Purbaya mengatakan bahwa terkait komponen belanja yang akan diefisienkan, dapat bersumber dari pengeluaran yang dinilai tidak mendesak dan dapat ditunda.
“Macam-macam. Rapat nggak jelas, atau kebijakan yang dampaknya lambat atau tidak banyak pada pertumbuhan ekonomi, kita bisa tunda,” katanya.
Dia juga menyinggung ruang fiskal pemerintah yang masih tersedia.
“Kan kita masih punya ruang sedikit ke atas sebelum ke 3 persen kan. Kan anggaran cuma didesain ke 2,68 persen dari PDB kan defisitnya. Jadi masih ada ruang ke atas dikit, nol koma sekian persen,” tandas Purbaya.





