Gurita Bisnis Grup Djarum yang Dibangun Michael Bambang Hartono sebelum Tutup Usia

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Pemilik Grup Djarum Michael Bambang Hartono meninggal dunia atau tutup usia pada Kamis, 19 Maret 2026. 

Pria yang lahir di Kudus Jawa Tengah 2 Oktober 1939 ini sukses membangun gurita bisnis di bawah naungan Grup Djarum, mulai dari segmen tembakau, finansial sampai telekomunikasi.

Berdasarkan laporan Forbes per Kamis (19/3/2026), Michael Hartono menempati posisi ke-157 orang terkaya di dunia. Perkiraan kekayaan bersih yang dia tinggalkan sebesar US$17,5 miliar atau sekitar Rp297,41 triliun (kurs Rp16.995 per dolar AS).

Grup Djarum membawahi sejumlah perusahaan di bawah perusahaan holding investasi PT Dwimuria Investama Andalan yang menjadi pemegang saham mayoritas PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA).

Selain BBCA, beberapa perusahaan tercatat yang terafiliasi dengan Grup Djarum antara lain adalah PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR), PT Solusi Tunas Pratama Tbk. (SUPR), PT Global Digital Niaga (BELI) dan PT Supra Boga Lestari Tbk. (RANC).

Sementara di segmen makanan dan minuman, Grup Djarum memiliki PT Sumber Kopi Prima, perusahaan produsen produk bermerek Caffino dan Kopi Gadjah. Ada pula PT Savoria Kreasi Rasa yang merupakan perusahaan produsen produk bermerek Yuzu.

Baca Juga

  • Kekayaan Mendiang Michael Bambang Hartono, Orang Terkaya Ke-3 di Indonesia
  • Profil Michael Bambang Hartono: Bos Grup Djarum yang Meninggal Dunia di Usia 86 Tahun
  • Pemilik Grup Djarum Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia

Berikutnya, pada sektor properti Grup Djarum juga menggenggam PT Cipta Karya Bumi Indah, perusahaan swasta yang memenangkan pengelolaan kawasan Grand Indonesia pada 2004 silam. Perusahaan ini menjadi aktor di balik pembangunan pusat perbelanjaan Grand Indonesia dan renovasi Hotel Indonesia menjadi hotel bintang 5 dengan nama Hotel Indonesia Kempinski. 

Selain itu, perusahaan properti lainnya yang ada di bawah naungan Grup Djarum adalah PT Fajar Surya Perkasa, PT Nagaraja Lestari, PT Inti Karya Bumi Indah, dan PT GRaha Padma Internusa.

Tak sampai sana, Grup Djarum juga melebarkan sayapnya di segmen bisnis elektronik. Hartono bersaudara memiliki PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) serta Mola TV. Di sektor tembakau, ada PT Djarum yang dikenal dengan beragam varian rokoknya seperti Djarum Cokelat hingga LA. 

Sebagai holding investasi yang membawahi banyak unit bisnis Grup Djarum, PT Dwimuria Investama Andalan membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025. Perusahaan mencatat laba bersih Rp31,64 triliun pada tahun buku 2025, meningkat 6,3% dibandingkan dengan realisasi 2024 sebesar Rp29,74 triliun. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pedagang Kulit Ketupat Mulai Ramai, Daun Pisang Lebih Diburu
• 5 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Potret Penyintas Bencana Sambut Lebaran di Hunian Sementara
• 15 jam laludetik.com
thumb
Pesan Menkes ke Pemudik Motor: Kalau Sudah 2-3 Jam, Berhenti Dulu
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Jemaah Tarekat Syattariyah di Ponorogo Gelar Salat Idulfitri Lebih Awal
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Car Free Night, Terobosan Gubernur Pramono Sambut Malam Takbiran
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.