RI Perlu Perkuat Diplomasi Minimalkan Dampak EUDR

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia perlu memperkuat diplomasi global guna meminimalkan dampak kebijakan European Union Deforestation Regulation (EUDR). RI juga harus memastikan, kepentingan kinerja ekspor nasional tetap terlindungi dari tekanan EUDR melalui pendekatan diplomasi yang terukur.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai, kijakan EUDR, merupakan bentuk hambatan nontarif bagi komoditas perkebunan untuk masuk ke pasar Uni Eropa. Dalam konteks pasar minyak nabati dunia, sambung dia, EUDR hanya diberlakukan pada minyak sawit dan minyak kedelai.

Baca Juga
  • Pungutan Ekspor Sawit Naik, Pendapatan Petani Bisa Tergerus
  • Bahlil Matangkan Rencana Ekspor Listrik Bersih ke Singapura
  • Ekspor Cangkang Sawit ke Jepang Tambah Devisa Negara

Meski begitu, kata Faisal, EUDR tidak berlaku untuk minyak rapeseed dan minyak bunga matahari maupun minyak nabati lain yang dihasilkan oleh Uni Eropa. Diskriminasi tersebut sebagai alat Uni Eropa untuk menguasai atau mengeksploitasi produsen minyak sawit, seperti Indonesia.

"Pemerintah Indonesia perlu mengusahakan agar pemberlakuan EUDR ini memiliki dampak minimum terhadap ekspor kita," katanya dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (19/3/2026). Menurut dia, jika tidak disikapi dengan baik, hambatan nontarif akan memberi dampak negatif kepada kinerja ekspor nasional.

/* Make the youtube video responsive */ .iframe-container{position:relative;width:100%;padding-bottom:56.25%;height:0 ;margin : 14px 0px 15px 0px}.iframe-container iframe{position:absolute;top:0;left:0;width:100%;height:100%}
.rec-desc {padding: 7px !important;}

Pun potensi pendapatan ekspor yang mendukung berbagai program Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), bisa ikut terganggu. Faisal menyebut, momentum perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) bisa dioptimalkan untuk menjembatani kepentingan eksportir Indonesia.

Termasuk, kata dia, memastikan kesiapan sektor hulu seperti perkebunan dan pertanian dalam memenuhi standar EUDR. Faisal menyatakan, salah satu tantangan utama dalam implementasi EUDR adalah aspek ketertelusuran (traceability) rantai pasok.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Posisi Hilal Capai Tiga Derajat, Tim Rukyat Hilal Kemenag: Belum Penuhi Ambang Batas Elongasi 
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Bahagianya tembus layar, 29 karyawan resto ini dapat THR motor baru masing-masing satu
• 8 jam lalubrilio.net
thumb
Pemudik Panik! Tertinggal Bus Rombongan di Rest Area Tol Sragen
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
PT Pelni Kupang Imbau Pemudik Hindari Calo Tiket Kapal
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Gara-Gara Tak Mau Lihat Maps, Oknum Driver Ojol Nyaris Pukul Penumpang di Semarang
• 11 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.