Umat Hindu di Bali mulai menjalani ritual Catur Brata Penyepian dalam rangka memperingati Hari Raya Nyepi pada hari ini, Kamis 19 Maret 2026. Seiring dengan pelaksanaan ibadah tersebut, seluruh aktivitas di Pulau Dewata lumpuh total selama 24 jam, termasuk penutupan penuh operasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Ritual penyepian ini dimulai sejak pukul 06.00 WITA pagi tadi dan akan berlangsung hingga pukul 06.00 WITA besok. Selama periode ini, umat Hindu di Bali melaksanakan empat pantangan utama, yakni tidak menyalakan api, tidak bekerja, tidak bepergian, dan tidak bersenang-senang, sebagai bentuk penyucian diri dan penghormatan terhadap alam semesta.
Sebelum memasuki suasana hening, warga Bali menyambut Hari Raya Nyepi dengan tradisi pawai ogoh-ogoh yang digelar pada Rabu (18/3) malam. Pawai yang menampilkan patung-patung raksasa ini berlangsung meriah di berbagai sudut kota, salah satunya di kawasan Jimbaran, yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara maupun domestik.
Baca juga: Sunyi Nyepi Pura di Tengah Ibu Kota Jakarta
Suasana serupa juga terlihat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, di mana replika Ogoh-ogoh turut dipajang sebagai bagian dari atraksi budaya untuk menyambut para pelancong sebelum penutupan operasional dilakukan.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan Nyepi, otoritas bandara menghentikan sementara seluruh operasional penerbangan selama 24 jam penuh. Sekitar 440 penerbangan tidak beroperasi selama periode tersebut, kecuali untuk penerbangan darurat.
Pihak pengelola bandara juga mengimbau masyarakat dan calon penumpang untuk selalu memeriksa ulang jadwal perjalanan mereka. Bagi pengguna jasa yang memerlukan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi call center di nomor 172.




