Bos Grup Djarum Sekaligus Pemilik Como dan Atlet Bridge Tertua di Indonesia Meninggal Dunia

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Bos Grup Djarum, Michael Bambang Hartono menghembuskan nafas terakhir pada Kamis (19/3/2026). Bambang Hartono meninggal dunia di Singapura pada pukul 13.15 waktu Singapura. 

Kabar meninggalnya pemilik klub Italia, Como sekaligus atlet bridge tertua di Indonesia ini dikonfirmasi oleh Corporate Communication Senior Manager Group Djarum, Budi Darmawan. 

"Keluarga Besar PT Djarum berduka cita atas wafatnya Pak Michael Bambang Hartono, Kamis 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura," ujar Budi. 

Michael Bambang Hartono meninggal di usia 87 tahun. Dia lahir di Kudus, pada 10 Februari 1939. Di kota kelahirannya pun dia membangun usaha Djarum yang kini menjadi salah satu perusahaan terbesar di Indonesia. 

Bambang Hartono bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, mengembangkan bisnis keluarga hingga menjadi salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, Djarum tidak hanya berkembang di industri rokok, tetapi juga merambah sektor perbankan, properti, dan teknologi.

Michael Bambang Hartono memiliki pengaruh besar bagi dunia olahraga di Indonesia maupun di luar negeri. 

Bambang Hartono dikenal sebagai tokoh di balik keberhasilan PB Djarum, salah satu klub bulu tangkis terbaik di Indonesia. Melalui pembinaan jangka panjang dan sistem yang terstruktur, PB Djarum telah melahirkan banyak atlet kelas dunia yang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Tak hanya dari bulutangkis, dia pun mengakuisisi klub Italia, Como 1907 pada 2019 lalu. Saat itu, Como 1907 hampir bangkrut dengan tampil di kasta ketiga Liga Italia, Serie C. 

Tujuh tahun berselang, kini Como 1907 menjadi salah satu klub yang paling diperhitungkan dengan memanaskan posisi papan atas klasemen Serie A. 

Dia bahkan masih sempat aktif menjadi atlet bridge dan bahkan meraih medali perunggu di ASEAN Games 2018. Dia sempat menolak untuk mendapatkan bonus dari Pemerintah RI dan akhirnya menyumbangkannya pada olahraga bridge yang dicintainya. 

Dia pun menjadi atlet tertua di Indonesia dengan tampil untuk Merah Putih di usia 78 tahun. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Araghci Kritik Macron yang Seolah Tutup Mata Terkait Serangan AS-Israel ke Iran
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Tegakkan Keadilan Fiskal, Bea Cukai Periksa 82 Kapal Pesiar Mewah di Ancol
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bukan Livestream Biasa, Intip Inovasi Mobile Ramadhan dari Coocaa
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Wagub DKI Jakarta Terkejut Tradisi Andilan Kebo Masih Ada, Rano Karno Kenang Masa Kecilnya
• 46 menit lalukompas.tv
thumb
Foto: KAI Commuter Operasikan 1.149 Perjalanan KRL Per Hari Saat Lebaran
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.