Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang Isbat untuk penetapan Hari Raya Idulfitri 2026 dan 1 Syawal 1447 Hijriah pada Kamis (19/3/2026).
Pelaksanaan sidang akan dilaksanakan di Auditorium H.M. Rasjidi, kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta. Penetapan hari raya berdasarkan dua indikator, yakni perhitungan astronomi (hisab) dan pemantauan rukyatul hilal di sejumlah lokasi di Indonesia.
Adapun posisi hilal di wilayah Indonesia diprediksi berada di atas ufuk dengan ketinggian antara 0 derajat 54 menit 27 detik hingga 3 derajat 7 menit 52 detik, serta sudut elongasi berkisar antara 4 derajat 32 menit 40 detik hingga 6 derajat 6 menit 11 detik.
Jadwal Sidang Isbat
Berdasarkan pengumuman dari Kemenag, sidang dimulai pukul 16.30 WIB dengan agenda seminar posisi hilal yang disampaikan kepada masyarakat.
Kemudian dilanjutkan pada 18.45 WIB dengan agenda pelaksanaan sidang Isbat. Sidang ini tertutup untuk umum sehingga masyarakat tidak dapat menyaksikan secara langsung.
Baca Juga
- Link Live Hasil Sidang Isbat Lebaran 2026 Malam Ini 19 Maret Pukul 19.00 WIB
- Jadwal Lengkap Sidang Isbat Penetapan Idulfitri 2026 Malam Ini 19 Maret
- Link Live Hasil Sidang Isbat Lebaran 2026, Diumumkan 19 Maret 2026
Usai pelaksanaan sidang, pada pukul 19.25 WIB, Menteri Agama bersama pihak lainnya mengumumkan hasil sidang melalui konferensi pers yang dapat disaksikan di sejumlah media sosial resmi Kemenag atau Bimas Islam TV atau siaran TV nasional.
Untuk link streaming dapat dilihat melalui akun YouTube Kemenag atau Bimas Islam TV, yakni:
https://youtube.com/@kementerianagamapusat?si=rCs08eTl56MMAQKj
https://youtube.com/@bimasislamtv?si=obRIv25P032Y6v3l
youtube.com/live/tIHZDu5rPWc?feature=share
Perbedaan Penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idulfitri 2026
Meski pemerintah belum menetapkan Hari Raya Idulfitri, sejumlah masyarakat telah menentukan hari raya berlangsung pada Jumat, 20 Maret 2026. Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah pada Kementerian Agama, Arsad Hidayat mengatakan bahwa perbedaan pendekatan dalam menentukan awal bulan hijriah merupakan bagian dari dinamika yang telah lama dikenal dalam praktik keilmuan Islam.
Pemerintah menghormati metode yang digunakan oleh berbagai organisasi kemasyarakatan Islam dalam menetapkan kalender ibadah.
Meski demikian, Kementerian Agama mengimbau masyarakat untuk tetap menunggu hasil Sidang Isbat.
“Pemerintah mengajak masyarakat untuk menunggu keputusan Sidang Isbat sebagai rujukan bersama dalam penetapan awal Syawal," papar Arsad di Jakarta, Sabtu (14/3/2026).





