jpnn.com, JAKARTA - Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono menyampaikan kesiapan infrastruktur dan rekayasa lalu lintas untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik selama Lebaran 2026.
Jasa Marga telah mengelola jaringan jalan tol sepanjang 1.294 kilometer yang menjadi tulang punggung arus mudik nasional.
BACA JUGA: Mudik Lebaran 2026, Kapolri Listyo Sebut Angka Kecelakaan Turun 40 Persen
“Kami memperkirakan tiga setengah juta kendaraan akan melintas keluar dari Jakarta,” ujar Rivan.
Rivan menjelaskan proyeksi pergerakan kendaraan dipantau melalui sistem teknologi lalu lintas yang memungkinkan prediksi kepadatan secara lebih akurat.
BACA JUGA: Puncak Arus Mudik Lebaran 2026, Fatalitas Kecelakaan Turun 40 Persen
Mereka menggunakan platform intelligent transportation system atau kamera yang ditingkatkan fasilitasnya menjadi intelligent traffic analysis maupun radar.
"Perkiraan tidak hanya jumlah (yang akurat), tetapi juga prediksi di setiap waktunya,” kata Rivan.
BACA JUGA: One Way Hingga Arah Ungaran, Puncak Arus Mudik 2026 Sudah Lewat
Menurut Rivan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada pertengahan Maret dengan dominasi kendaraan menuju arah timur atau Trans-Jawa.
Terjadi dua gelombang arus mudik, yakni pada 14 Maret dan 18 Maret.
“Hari ini (18 Maret) diperkirakan mencapai 256 ribu LHR-nya (lalu lintas harian). Dan semalam terbukti sudah 221 ribu, (ini) adalah yang tertinggi sejak 13 Maret yang lalu,” jelasnya.
Rivan menuturkan pemudik terpantau 50 persen ke arah timur, yaitu ke arah Trans-Jawa.
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan pemudik, pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah ruas tol fungsional yang dapat digunakan saat arus mudik maupun arus balik.
Beberapa di antaranya adalah Tol Fungsional Jakarta-Cikampek 2 Selatan.
Tol itu digunakan terutama pada saat arus balik dari Cipularang atau dari Bandung menuju Jakarta sepanjang 50 kilometer, mulai dari Sadang sampai dengan Setu.
Selain itu, ruas tol fungsional lain juga telah disiapkan di sejumlah wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Seperti untuk Tol Fungsional Yogyakarta–Solo atau sebaliknya dengan jarak sekitar 11,48 kilometer.
“Kali ini lintasan ruas tol sudah sampai di wilayah Yogyakarta atau tepatnya Purwomartani dari Kalasan. Ini sangat membantu untuk masyarakat yang melakukan mudik,” tutur Rivan.
Tol fungsional selanjutnya adalah ruas Yogyakarta–Bawen di seksi 6, yaitu Bawen–Ambarawa sepanjang sekitar 5 kilometer.
Keberadaan tol tersebut membuat masyarakat tidak perlu keluar tol dari Bawen dan langsung bisa menuju Ambarawa.
Satu lagi tol fungsional yang akan diaktifkan selama arus mudik dan balik adalah ruas Probolinggo—Besuki sepanjang sekitar 50 kilometer.
Ruas ini diperkirakan akan memangkas perjalanan yang cukup signifikan
Rivan juga menyampaikan rekayasa lalu lintas, berupa contraflow dan one way akan diterapkan apabila terjadi kepadatan kendaraan selama arus mudik dan balik Lebaran. (mcr4/jpnn)
Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




