Kadin Prediksi Perputaran Uang Lebaran 2026 Tembus Rp148 Triliun

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkirakan potensi perputaran uang mencapai hingga Rp148,39 triliun selama periode Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 di tengah jumlah pemudik yang mengalami penurunan.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub), potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang atau sekitar 50,6% dari total populasi Indonesia. Angka ini turun 1,75% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 146,4 juta orang.

Kendati demikian, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah Sarman Simanjorang menilai penurunan jumlah pemudik tidak serta-merta menekan perputaran uang.

Dengan asumsi rata-rata pengeluaran per keluarga mencapai Rp4,125 juta atau naik 10% dibandingkan dengan tahun lalu Rp3,75 juta, maka total perputaran uang selama periode Lebaran diperkirakan mencapai Rp148,39 triliun atau meningkat sekitar 8% dibandingkan dengan tahun lalu.

Perputaran uang tersebut bahkan berpotensi menembus Rp161,88 triliun jika rata-rata pengeluaran per keluarga mencapai Rp4,5 juta.

“Angka perputaran uang ini berpotensi naik. Hitungan ini di angka yang moderat atau paling rendah. Masih berpotensi mencapai Rp161,88 triliun dengan asumsi rata-rata per keluarga membawa uang sebesar Rp4.500.000,” kata Sarman dalam keterangan tertulis, Kamis (19/3/2026).

Adapun, perputaran uang tersebut diperkirakan akan tersebar di berbagai daerah, terutama di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, serta sebagian ke wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Bali.

Menurut dia, belanja masyarakat selama Lebaran mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari transportasi, bahan bakar, perawatan kendaraan, hingga konsumsi rumah tangga seperti makanan, pakaian, dan oleh-oleh.

Selain itu, pengeluaran juga mencakup zakat, sedekah, hingga aktivitas wisata selama berada di kampung halaman. “Artinya perputaran uang hampir menyasar ke semua sektor usaha yang menjual berbagai kebutuhan masyarakat menjelang dan selama Idulfitri 1447 H,” ujarnya.

Dia menilai, momentum ini akan mendorong peningkatan omzet pelaku usaha, khususnya UMKM di daerah, seperti pedagang makanan, minuman, suvenir, hingga produk khas daerah.

Lebih lanjut, Sarman menyebut lonjakan konsumsi rumah tangga selama Lebaran yang diperkirakan meningkat 10%–15% menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I/2026 yang ditargetkan berada di kisaran 5,4%–5,5%.

Baca Juga : Tarif MRT, Transjakarta, dan LRT Jakarta Hanya Rp1 Khusus Hari Lebaran

Di sisi lain, dia juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat melalui jaminan ketersediaan energi, terutama bahan bakar minyak (BBM) dan gas, agar masyarakat tetap percaya diri dalam membelanjakan uangnya selama periode Lebaran.

Sarman menilai berbagai stimulus ekonomi dari pemerintah menjadi faktor utama yang menjaga tingginya mobilitas masyarakat saat Lebaran tahun ini, yang mencakup diskon transportasi dengan anggaran Rp911,16 miliar, mulai dari kereta api, angkutan laut, penyeberangan hingga tiket pesawat kelas ekonomi.

Di samping itu, pemerintah juga memberikan diskon tarif tol sebesar 30% di sejumlah ruas utama di Jawa dan Sumatra.

Kemudian, stimulus juga datang dari penyaluran tunjangan hari raya (THR) bagi aparatur negara dan pekerja swasta. Pemerintah mengalokasikan sekitar Rp65 triliun untuk ASN, TNI/Polri, dan pensiunan, sementara THR sektor swasta diperkirakan mencapai Rp124 triliun untuk 26,5 juta pekerja.

Sarman menambahkan kebijakan bonus hari raya bagi mitra ojek online dan kurir juga menambah perputaran uang sekitar Rp220 miliar untuk 850.000 penerima. Dia menyebut kombinasi berbagai kebijakan tersebut, termasuk penerapan work from anywhere (WFA), mendorong minat masyarakat untuk tetap melakukan perjalanan mudik.

“Berbagai stimulus dan kebijakan inilah yang mendorong minat masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik Idulfitri 1447 H tahun ini tetap tinggi dan potensi perputaran uang sangat besar,” tuturnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MUI Imbau Toleransi atas Perbedaan Penetapan Idulfitri 1447 H
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Mudik Lebaran 2026 Lebih Efisien, PLN Sediakan Akses SPKLU di Rute Strategis
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
Ini Cara Kirim Paket Aman ke Luar Negeri Jelang Lebaran
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Hilal di Maluku Belum Memenuhi Kriteria, Potensi Terlihat Sangat Kecil
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Hilal 1 Syawal 1447 Hijriah di Jakarta Tak Terlihat, Lebaran Resmi 21 Maret 2026?
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.