Pengalaman seorang ibu dengan akun Instagram @veraabong menarik perhatian banyak orang tua. Ia mketika anaknya tidak tidur siang, sang anak justru bisa tidur lebih cepat di malam hari tanpa drama, bahkan bisa tertidur sendiri. Sebaliknya, saat anak tidur siang selama 1–2 jam, waktu tidur malam menjadi lebih lama meski sudah berada di tempat tidur.
Meski begitu, pola tidur setiap anak tidak bisa disamaratakan. Ada anak yang tetap membutuhkan tidur siang, sementara yang lain mulai bisa menyesuaikan kebutuhan tidurnya hanya dari malam hari.
Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Fahlevi, Sp.A(K), menjelaskan bahwa balita umumnya membutuhkan waktu tidur sekitar 10 hingga 12 jam per hari. Jika kebutuhan tidur malam sudah tercukupi, maka tidak menjadi masalah jika anak tidak tidur siang.
“Tapi kalau dia rasa misalnya kurang gitu untuk tidurnya, nggak sampai 10 jam minimal atau 10 sampai 12 jam per hari, maka di situlah dia kadang-kadang masih membutuhkan tidur siang,” ucap dr. Reza kepada kumparanMOM, Rabu (18/2).
Perhatikan Durasi dan Waktu Tidur SiangMenurutnya, setiap anak memiliki pola tidur yang berbeda. Hal terpenting adalah memastikan total waktu tidur cukup dan anak mendapatkan kualitas tidur yang baik, terutama di malam hari.
Hal ini berkaitan dengan produksi hormon pertumbuhan yang terjadi optimal sekitar pukul 01.00 hingga 02.00 dini hari. Oleh karena itu, anak dianjurkan mulai tidur sekitar pukul 20.00 agar dapat tertidur lelap lebih awal dan mendapatkan manfaat maksimal dari proses pertumbuhan tersebut.
Secara umum, anak di bawah usia 5 tahun masih dianjurkan untuk tidur siang guna mencukupi kebutuhan tidurnya. Namun, seiring bertambahnya usia, kebutuhan tidur siang akan berkurang.
Jadi, dengan memahami kebutuhan tidur anak, orang tua dapat menyesuaikan pola istirahat yang paling tepat agar anak tetap sehat dan tumbuh optimal ya, Moms.





