ARUS mudik Lebaran 2026 di jalur arteri nasional yang menghubungkan Bandung menuju Tasikmalaya mulai menunjukkan eskalasi signifikan pada H-3 Lebaran, Rabu (18/3/2026). Kepadatan kendaraan dilaporkan sempat mengular hingga sepanjang 4 kilometer di kawasan Lingkar Gentong, Kabupaten Tasikmalaya.
Peningkatan volume kendaraan ini didominasi oleh kendaraan roda dua dan roda empat pribadi yang bergerak dari arah barat (Jakarta/Bandung) menuju wilayah timur seperti Ciamis, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Berdasarkan data pos pengamanan, tercatat lebih dari 52.000 kendaraan telah melintasi jalur tersebut hingga Rabu malam.
Rekayasa Lalu Lintas One Way di PamoyananMenyikapi kemacetan yang terjadi, jajaran Satlantas Polres Tasikmalaya Kota mengambil langkah diskresi dengan memberlakukan sistem satu arah atau one way. Rekayasa ini difokuskan pada titik krusial di pertigaan Pamoyanan, Suryalaya hingga Ciawi.
Baca juga : Volume Kendaraan Tol Japek Meningkat, Polres Karawang: Sesuai Prediksi Puncak Arus Mudik 2026
Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota, AKP Riki Kustiawan, menjelaskan bahwa sistem one way telah diterapkan sebanyak dua kali untuk menguras tumpukan kendaraan dari arah Bandung.
"Arus mudik dari arah Bandung menuju Tasikmalaya mengalami peningkatan volume yang cukup tajam. Kami langsung memberlakukan sistem one way di Pamoyanan secara kondisional untuk memastikan roda tetap berputar," ujar AKP Riki Kustiawan di lokasi.
Prediksi Dua Gelombang Puncak Arus Mudik 2026Pihak kepolisian memprediksi bahwa puncak arus mudik 2026 ini akan terbagi dalam dua gelombang utama, yakni pada H-3 (Rabu) dan H-2 (Kamis). Hal ini disebabkan oleh pola cuti bersama yang membuat masyarakat memiliki waktu lebih fleksibel untuk pulang kampung.
Baca juga : Trafik Mudik Lebaran 2026 Tol Trans Sumatra Naik 24 Persen, Sigli-Banda Aceh Tertinggi
AKP Riki menambahkan, hingga saat ini tercatat sekitar 28.000 kendaraan yang melintas khusus di titik Pos PAM Gentong Atas menuju arah Timur. Angka ini diprediksi akan terus bertambah mengingat masih banyak pemudik yang memilih melakukan perjalanan pada malam hari guna menghindari cuaca terik.
Imbauan Keselamatan bagi PemudikMengingat karakteristik jalur Gentong yang memiliki tanjakan curam dan tikungan tajam (seperti Letter U Gentong), pemudik diimbau untuk selalu waspada. Selain kerawanan mekanis kendaraan, minimnya lampu penerangan di beberapa titik jalur Lingkar Gentong juga menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara di malam hari.
"Kami meminta agar para pemudik tetap sabar dan mematuhi instruksi petugas di lapangan. Jika merasa lelah, jangan memaksakan diri. Silakan manfaatkan posko-posko peristirahatan yang telah tersedia demi keselamatan bersama," tutup AKP Riki. (H-3)





