Dilaporkan 7 Staf DJI Tewas di Iran, Ratusan Teknisi Tiongkok Nasibnya Tidak Diketahui

erabaru.net
5 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Pada 8 Maret 2026, terjadi ledakan di Teheran, dengan asap tebal membumbung ke udara. Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada 28 Februari.

Seorang aktivis pro-demokrasi yang tinggal di Kanada, Sheng Xue, baru-baru ini mengungkapkan bahwa selain tiga teknisi radar dari pihak Tiongkok, terdapat juga tujuh teknisi dari perusahaan drone DJI yang dikirim ke Iran dan dilaporkan tewas akibat pemboman. Selain itu, sekitar 300 hingga 400 ahli dan teknisi Tiongkok lainnya di Iran dilaporkan hilang tanpa kabar, tidak diketahui nasibnya.

Pada 16 Maret, Sheng Xue mempublikasikan percakapannya dengan seorang sumber di Beijing melalui platform X, yang mengungkap bahwa tiga teknisi dari Institut Penelitian Elektronika ke-14 Tiongkok tewas dalam serangan.

Pada 17 Maret, dia kembali menambahkan isi percakapan tersebut. Sumber itu menyebut bahwa pihak berwenang Tiongkok telah memberitahu keluarga bahwa ketiga orang tersebut “lenyap akibat ledakan”, tanpa ditemukan jenazah, dan bahkan tidak jelas apakah benar telah dilakukan pencarian. Saat ini, keluarga mereka telah dipanggil ke departemen organisasi Partai Komunis Tiongkok untuk mengurus proses pasca kematian.

Sumber tersebut juga mengatakan bahwa tujuh orang dari DJI yang dikirim ke Iran juga tewas akibat pemboman.

Pemerintah Iran yang otoriter diketahui menggunakan drone untuk melancarkan serangan besar terhadap negara-negara sekitarnya. Banyak pihak luar mempertanyakan apakah drone tersebut terkait dengan teknologi dari Tiongkok.

Menurut sumber itu, saat ini masih ada sejumlah ahli Tiongkok yang terjebak di dalam bunker militer di Iran, dan kemungkinan besar telah meninggal. Total teknisi yang dikirim Tiongkok ke Iran diperkirakan mencapai 300 hingga 400 orang, dan banyak di antaranya kini hilang kontak, tidak diketahui apakah masih hidup atau tidak.

Disebutkan bahwa mereka ditempatkan bersama personel militer Iran di fasilitas militer. Sebagian mungkin tewas akibat pemboman, sementara yang lain kemungkinan terkubur di dalam bunker, dengan peluang selamat yang sangat kecil.

Awalnya mereka mengira fasilitas militer bawah tanah Iran aman, namun diduga ada pihak internal Iran yang membocorkan lokasi bunker tersebut kepada Israel. Banyak bunker kemudian dibombardir oleh Amerika Serikat dan Israel hingga pintu keluar tertutup.

Seorang mantan pengusaha Shanghai, Hu Liren, juga mengungkapkan melalui media sosial bahwa setidaknya lebih dari sepuluh ahli militer Tiongkok tewas dalam serangan di Iran, dan pihak Tiongkok berusaha keras menutupi informasi tersebut tanpa mengumumkan secara resmi.

Namun, informasi di atas untuk sementara belum dapat diverifikasi secara independen.

Baru-baru ini, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi secara terbuka menyatakan bahwa Tiongkok dan Rusia masih memberikan dukungan militer kepada Iran, meskipun dia menolak mengungkapkan rincian lebih lanjut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Apa Motif Anggota BAIS TNI Menyiram Aktivis KontraS dengan Air Keras?
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Mental Baja! Amri/Nita Tundukkan Wakil Thailand Lewat Duel Sengit Rubber Game di Orleans Masters 2026
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
KontraS Beberkan Kondisi Terkini Andrie Yunus
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Bandara Soekarno-Hatta Layani 873.550 Penumpang Jelang Puncak Arus Mudik 2026
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Jelang Lebaran, Harga Emas Antam Melemah Tajam, Buyback Ikut Tertekan
• 8 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.