DPR Desak TNI Ungkap Motif Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: Inisiatif Pribadi atau Perintah Atasan?

liputan6.com
5 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi III DPR, Nasir Djamil, menanggapi penahanan empat anggota TNI oleh Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI dalam kasus dugaan penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus dari KontraS. Dia mempertanyakan motif di balik keterlibatan anggota TNI tersebut.

“Apakah mereka bertindak atas inisiatif pribadi atau melaksanakan perintah atasan? Inilah yang perlu didalami dan ditemukan benang merahnya,” kata Nasir pada wartawan, Kamis (19/3/2026).

Advertisement

BACA JUGA: Komisi I DPR: TNI-Polri Harus Koordinasi, Peradilan Kasus Penyiraman Air Keras Harus Terbuka

Meski begitu, Nasir mengapresiasi pengakuan terbuka pimpinan TNI bahwa ada anggotanya yang diduga terlibat penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Dia juga mengapresiasi kerja sama polisi dan militer yang cepat mengungkap kasus penyiraman air keras.

“Kerja sama polisi dan militer ini diharapkan mampu menemukan dan menjawab pertanyaan publik, apakah para pelaku berdiri sendiri atau ada atasannya yang memerintahkan kejahatan tersebut,” ujarnya.

Namun, lanjut Nasir, pengakuan pimpinan TNI bahwa ada anggotanya yang diduga terlibat penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus patuh dicemaskan.

“Di satu sisi kita patut berterima kasih karena adanya pengakuan dari pimpinan TNI. Namun di sisi lain pengakuan dan kenyataan itu sangat mencemaskan keselamatan ruang sipil, supremasi hukum, dan akuntabilitas militer,” ucap Nasir.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
5 Zodiak Paling Susah Dirayu, Harus Punya Usaha Ekstra!
• 12 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Kemenhub: Jumlah Pemudik Capai 7,7 Juta hingga H-3 Lebaran, Naik 10 Persen
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
60 Inspirasi Ucapan Selamat Idulfitri dalam Bahasa Inggris
• 1 jam lalubeautynesia.id
thumb
UI Akui Error Hasil Talent Scouting, Tegaskan Seleksi Tetap Transparan
• 20 jam lalukompas.com
thumb
BI Borong SBN Rp86,16 triliun hingga Maret 2026, Ini Alasannya
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.