Kisah Edi, Sopir Bus yang Jarang Lebaran Bareng Keluarga Demi Antar Pemudik

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Siang itu, Edi tampak termenung di depan busnya. Tahun ini, lagi-lagi ia tak bisa merayakan Lebaran bersama keluarga.

Edi adalah seorang sopir bus lintas Sumatera dari PO Anas Nasional Sejahtera (ANS). Selama 18 tahun menjadi sopir bus, momen merayakan Lebaran bersama keluarga mungkin bisa terhitung jari.

"Iya, jarang berkumpul. Kalau driver bus jarang-jarang sekali berkumpul sama keluarga, sudah risiko," kata Edi saat ditemui di Terminal Bus Pulogebang, Jakarta Timur, Kamis (19/3).

Kali ini, Edi harus mengantarkan pemudik ke Sumatera Barat. Perjalanannya diperkirakan memakan waktu 2 hari 2 malam bila lancar.

Namun, di masa mudik Lebaran ini, lalu lintas mungkin akan macet. Dia memperkirakan akan berlebaran di jalan.

Kesedihan tak bisa berkumpul bersama keluarga akan amat terasa bila gema takbir mulai berkumandang.

"Itu (sedih) tetap ada, kalau kita sebagai umat muslim itu tetap ada. Takbiran itu memanggil hati kita untuk berkumpul sama keluarga," ujarnya.

Namun apa boleh buat, pria berusia 52 tahun ini harus menerima kenyataan. Tak Lebaran bersama keluarga rela dilakukannya demi mencari nafkah.

"Ya kalau masalah perasaan itu harus dibagi. Kalau kita cari nafkah itu kan yang kita cari untuk keluarga. Wajar aja kita berjuang demi keluarga walaupun kita terpisah, pokoknya kita harus tabah menjalaninya," ucap Edi.

Meski begitu, pria berdarah Minang ini sudah senang bisa mengantar para pemudik. Apalagi, penumpangnya sesuku dengannya.

"Perasaan bercampur bahagia berjumpa sama warga satu suku, dan merasa sedih tidak berjumpa sama keluarga," tutur Edi.

Terminal Pulogebang memang saat ini ramai didatangi pemudik yang akan kembali ke kampung halamannya. Tercatat, hari ini, ada 1.885 penumpang yang berangkat ke berbagai wilayah di Indonesia.

Namun, jumlah penumpang hari ini tak lebih banyak dari Rabu (18/3) kemarin. Menurut Danru Terminal Pulo Gebang, Daryanto, hari kemarin menjadi puncak arus mudik.

"Kalau hari kemarin di tanggal 18 itu arus mudik yang puncak-puncaknya itu," ujar Daryanto.

"Tercatat untuk bus yang berangkat itu sekitar 530 dengan jumlah penumpang 6.424," sambungnya.

Daryanto berkata, daerah yang menjadi tujuan pemudik yakni Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Kalau untuk kayak yang hari ini, saya lihat dari ini kebanyakan itu Wonosobo, Brebes, dan Purwokerto. Jawa Tengah lah. Begitu juga untuk Jawa Timur juga sedikit sudah kelihatan agak ramai," tuturnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nih Jadwal Malam Takbiran 2026 Muhammadiyah dan Pemerintah, Jangan Keliru!
• 4 jam laludisway.id
thumb
Koalisi Sipil Desak 4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS Diproses Peradilan Umum
• 16 jam laluokezone.com
thumb
Orleans Masters: Dejan/Bernadine Tekuk Wakil India Berperingkat Lebih Tinggi
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Kriteria Hilal dalam Penentuan Awal Hijriah, Lebaran 2026
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Di Balik Ramainya Kerja Sama Global dengan Afrika
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.