2 Desa di Maluku Sudah Lebaran

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Ribuan umat Muslim di Desa Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, menggelar Salat Idul Fitri 1447 Hijriah pada Kamis pagi (19/3).

Sejak pukul 07.30 WIT, warga mulai berdatangan dan memadati Masjid Hasan Sulaiman, masjid agung desa setempat.

Sebelum salat dimulai, jemaah bersama-sama mengumandangkan tahlil, tahmid, dan takbir, menambah suasana religius di lokasi.

Pelaksanaan Salat Id di Desa Hila tahun ini berlangsung lebih awal dibandingkan keputusan pemerintah melalui sidang isbat. Hal ini karena masyarakat setempat telah lebih dahulu memulai puasa Ramadan berdasarkan perhitungan kalender falakiah yang diwariskan secara turun-temurun.

Imam Masjid Hasan Sulaiman, Abdul Kadir Ollong, mengatakan tradisi tersebut telah menjadi pegangan masyarakat sejak ratusan tahun lalu dan tetap dipertahankan hingga kini.

“Diwariskan sejak dari leluhur, pakai hitungan sendiri, ini dari awal, dari datuk-datuk kami, tahun 1380, dan menjadi pegangan. Dulu jaman Presiden Soekarno dan Soeharto itu memang penentuan hari bulan sama dan merata, tapi karena sekarang sudah berbeda-beda kita binggung mau ikut yang mana sebenarnya, terpaksa kembali lagi kepada pegangan orang tetua kami,” ujar Abdul Kadir.

Ia menambahkan, perhitungan tersebut diyakini tidak pernah meleset. Karena itu, warga selalu menggenapkan ibadah puasa Ramadan selama 30 hari.

Selain di Desa Hila, Salat Id juga digelar di sejumlah desa lain di Maluku Tengah pada hari yang sama, di antaranya Desa Seith, Kaitetu, dan Negeri Wakal.

Meski terdapat perbedaan waktu pelaksanaan, seluruh rangkaian ibadah berlangsung aman dan lancar. Usai salat, warga saling bersalaman dan bermaaf-maafan di halaman masjid sebagai bentuk sukacita menyambut hari kemenangan.

Warga Buano Utara Lebaran Hari Selasa

Di Negeri Buano Utara, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku, ratusan warga lebih dahulu melaksanakan Salat Id pada Selasa (17/3).

Sejak pukul 06.20 WIT, sekitar 350 jemaah memadati Masjid Sementara Al-Anmabua untuk menunaikan ibadah secara berjamaah. Salat Id berlangsung dengan khidmat, dipimpin imam Arifin Ninilouw, sementara khutbah disampaikan oleh Alimudin Hitimala hingga selesai pukul 08.56 WIT dalam suasana aman dan tertib.

Pengamanan kegiatan dilakukan secara terpadu oleh aparat kepolisian melalui Operasi Ketupat Salawaku 2026. Sejumlah personel gabungan turut diterjunkan untuk memastikan jalannya ibadah tetap kondusif.

Salah satu warga Buano Utara, Harjan, mengungkapkan bahwa perbedaan waktu perayaan Idul Fitri ini dipengaruhi oleh perbedaan waktu sahur yang lebih awal dibandingkan daerah lain di Maluku. “Perbedaan ini sudah menjadi hal biasa dan bagian dari tradisi yang tetap kami jalani dengan penuh toleransi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan ibadah di desanya. “Alhamdulillah, pelaksanaan Salat Idul Fitri di Buano Utara berjalan lancar, aman, dan penuh kekhusyukan,” tambahnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pisang Hijau vs Matang, Mana Lebih Baik untuk Kesehatan?
• 2 jam lalueranasional.com
thumb
Arus Mudik Makin Padat, Contraflow Tol Japek Ditambah Jadi 3 Lajur
• 4 jam laludetik.com
thumb
Dinas Pendidikan Kota Makassar Ucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948
• 11 jam laluterkini.id
thumb
Mabuk, Transgender Tabrak Dua Anggota Polisi hingga Luka Parah
• 14 jam lalurealita.co
thumb
Inspirasi Ucapan Selamat Nyepi 2026
• 12 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.