Kata Wamentan Soal Kenaikan Harga Pangan jelang Lebaran 2026

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyebut kenaikan harga bahan pokok jelang Lebaran 2026 merupakan hal yang wajar. Dia menekankan, kenaikan dapat diterima selama tidak berlangsung dalam waktu lama dan tetap berada dalam kendali pemerintah. 

“Harga komoditas itu pasti ada kenaikan, ada penurunan. Yang penting itu kalau naik, jangan lama-lama naiknya, harus segera turun,” ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha Jakarta, Rabu (18/3/2026).

Dia menekankan pentingnya keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen. "Kalau turun, kalau terlalu murah pertaninya atau peternaknya kan rugi ya. Kalau terlalu mahal itu konsumennya juga membeli dengan harga yang mahal,” lanjutnya.

Menurutnya, pemerintah telah memiliki instrumen pengendalian harga melalui penetapan Harga Pokok Produksi (HPP) di tingkat petani dan Harga Eceran Tertinggi (HET) di tingkat konsumen.

“Jadi pengelolaan pangan kita ini ada HPP, HPP di tingkat petani, ada HET di tingkat pengecer. Jadi harga-harga pokok produksi bagi petaninya ditentukan dan harga eceran tertingginya ditentukan. Kita ngomong HET. Nah, kalau-kalau di atas HET itu jangan lama-lama naiknya. Tapi juga jangan terlalu murah dari harga acuan HET-nya gitu. Itu tugas pemerintah di situ,” jelasnya.

Sudaryono menegaskan pemerintah secara aktif memantau pergerakan harga di pasar melalui koordinasi lintas lembaga, termasuk Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian, Satgas Pangan, hingga Kementerian Perdagangan.

Baca Juga

  • Update Harga Emas Antam Hari Ini Kamis (19/3/2026) di Gerai Resmi, Buyback Turun -Rp83.000
  • Wamen Sudaryono Sebut Revitalisasi Irigasi Kunci Tingkatkan Produksi Pangan
  • The Fed Tahan Suku Bunga Acuan dalam FOMC Maret 2026

“Jadi intinya adalah naik turun biasa, yang penting jangan lama-lama. Pagi naik kalau bisa siang atau sore sudah turun gitu ya. Nah, itu kita ada troubleshooter-nya di situ,” katanya.

Dia menjelaskan, jika ditemukan kenaikan harga di suatu wilayah, pemerintah akan segera menelusuri penyebabnya dan melakukan intervensi jika diperlukan, termasuk mendatangkan pasokan dari daerah lain.

“Kalau memang bisa diatasi di lokal di situ, ya sudah bisa turun. Tapi kalau misalnya perlu intervensi, perlu didatangkan dari tempat lain seperti disampaikan oleh Pak Sestama tadi ya, mendatangkan cabai dari tempat lain, Jambi diterbangkan, hal-hal itu intervensi,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menegaskan peran aktif pemerintah dalam menjaga stabilitas pasar. “Jadi negara bukan hanya jadi wasit, tapi negara ikut menaruh tangannya untuk stabilisasi dari pasokan dan harga komoditas,” tambahnya.

Terkait harga daging sapi yang disebut mencapai Rp168.650 per kilogram, Sudaryono menjelaskan bahwa angka tersebut merujuk pada jenis tertentu dengan spesifikasi berbeda.

“Spesifik terkait harga daging tadi, jadi HET-nya Rp140.000 ya harga daging itu dalam kondisi daging normal. Yang Rp160.000 itu sudah kita cek, itu adalah daging tanpa lemak. Jadi memang punya spesifikasi yang berbeda, gradenya berbeda. Itu aja sih sebetulnya,” jelasnya.

Dia menegaskan bahwa harga daging sapi pada umumnya masih berada dalam batas ketentuan.

“Jadi so far, sejauh ini harganya tidak, karena spesifikasi yang lain ya, jadi tadi kalau daging normal HET-nya Rp140.000 dan itu Rp140.000, yang Rp160.000 itu adalah daging dengan spesifikasi tanpa lemak,” tandas Sudaryono.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Sumbar Tegaskan Video Asusila Libatkan Bupati Limapuluh Kota adalah Hoaks
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Volume Kendaraan Tinggalkan Jakarta Melonjak di Jalan Layang MBZ Jelang Lebaran 2026
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 di Bandara Soetta Tembus 184 Ribu Penumpang dalam Sehari
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Terungkap! Nur Indah Dokter Gadungan yang Viral Berkat Penipuan Identitas, Dibongkar Alumni FK Trisakti
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Serangan Udara AS-Israel ke Gas Field Iran Berimbas pada Kenaikan Harga Minyak
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.