Langkah Cepat Puspom TNI Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras, 4 Anggota Bais Tersangka

rctiplus.com
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA – Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI mengungkap kasus dugaan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Setelah melalui serangkaian penyelidikan intensif, otoritas militer resmi menetapkan oknum anggota TNI sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Penetapan tersangka ini dinilai sebagai sinyal positif terhadap reformasi hukum di tubuh militer. Koordinasi lintas sektor dan keterbukaan informasi yang ditunjukkan Markas Besar TNI dianggap menjadi pembeda dalam penanganan kasus-kasus kekerasan yang melibatkan aparat belakangan ini.

Koordinator Nasional Himpunan Aktivis Milenial Indonesia (HAM-I), Asip Irama, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Puspom TNI. Menurutnya, langkah ini mewujudkan supremasi hukum yang tidak pandang bulu.

"Kami dari Himpunan Aktivis Milenial Indonesia mengapresiasi setinggi-tingginya tindakan cepat dan tegas Puspom TNI. Penetapan tersangka dari oknum internal ini menunjukkan adanya komitmen kuat dari Panglima TNI untuk membersihkan institusi dari individu-individu yang mencederai amanah rakyat," ujar Asip, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/3/2026).

Asip menekankan, kecepatan TNI dalam mengidentifikasi pelaku dan membukanya ke publik adalah bentuk transparansi. Menurutnya, publik selama ini sering kali skeptis jika kasus hukum bersentuhan dengan oknum aparat, namun Puspom TNI berhasil mematahkan stigma tersebut.

Di sisi lain, Asip menyoroti peran sentral Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI dalam mengomunikasikan perkembangan kasus ini secara gamblang. Menurut Asip, gaya komunikasi Kapuspen TNI saat ini mencerminkan sosok perwira tinggi masa depan yang sangat dibutuhkan institusi.

 

"Kita melihat bagaimana Kapuspen TNI mampu mengelola informasi dengan sangat baik. Beliau adalah sosok perwira tinggi masa depan yang profesional, terbuka, dan tidak anti-kritik. Narasi yang dibangun sangat transparan, sehingga tidak ada ruang bagi berita bohong atau spekulasi liar di masyarakat," ucap Asip.

Bagi HAM-I, profesionalisme Kapuspen TNI menjadi jaminan bahwa informasi yang sampai ke publik adalah fakta yang objektif. Sosok perwira tinggi seperti inilah yang dinilai mampu menjembatani hubungan antara militer dengan generasi milenial dan Gen Z yang sangat kritis terhadap isu keterbukaan informasi.

"Dengan mengungkap kasus air keras ini secara transparan, TNI sebenarnya sedang melakukan proteksi terhadap marwah institusinya sendiri dari rongrongan oknum yang tidak bertanggung jawab," tuturnya. 

Adapun keempat prajurit yang terlibat dalam kasus ini adalah Kapten NDP, Lettu SL dan Lettu BHW serta Serda ES. Keempat terduga pelaku ini berasal dari matra Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU). 

Original Article


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dongkrak Ekonomi Daerah, Kemenpar Siapkan Paket Wisata Selama Libur Lebaran 2026
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Kumai, 2.912 Penumpang Diangkut 2 Kapal Pelni
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pijat Gratis di Kampung Rambutan Diserbu Pemudik, Pundak Pegal Jadi Keluhan
• 23 jam lalukompas.com
thumb
41 Ribu Kendaraan Melintasi Tol Cipali Jelang Lebaran, Bahu Jalan Jadi Biang Perlambatan
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Komisi X DPR Desak Rektor UI Investigasi Kisruh Pengumuman Talent Scouting yang Berubah Mendadak
• 4 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.