Kelas Internasional di PTN Pun Membidik Siswa Berprestasi

kompas.id
8 jam lalu
Cover Berita

Pengumuman seleksi jalur prestasi mandiri atau Talent Scouting Program Sarjana Kelas Khusus Internasional Universitas Indonesia pada Selasa (17/3/2026) mendapat sorotan tajam dari peserta. Pengumuman yang belum final terpublikasikan akibat sistem di laman  enrollment.ui.ac.id  yang bermasalah. Hal ini mengakibatkan kelulusan peserta tidak sesuai dengan informasi yang sebenarnya.

Peserta yang awalnya diumumkan lulus, kemudian ada yang dinyatakan tidak lulus. Sistem penerimaan mahasiswa baru (PMB) di Universitas Indonesia (UI) yang tidak andal pun dikritik tajam. Publik melalui media sosial menyoroti sistem digital di UI yang bisa melakukan kesalahan fatal. Hal ini mengingat kualitas UI yang bertengger di  peringkat top 189 versi QS World University Rankings.

“Dengan alasan pemeliharaan sistem, mahasiswa baru yang sudah ditetapkan diterima di UI melalui jalur Talent Scouting namun dianulir tiga jam kemudian menjadi statusnya tidak lolos seleksi. Lembaga penerimaan murid baru sekelas UI yang katanya top tier negara ini melakukan kesalahan fatal yang merusak mental psikologis, terutama kepercayaan terhadap proses PMB ke tingkat yang paling dasar. Bagaimana UI bisa menaikkan level gradenya di kancah Internasional,” tulis akun @itsmehellowyellow di Threads.

Baca JugaProgram Kelas Internasional Diminati

Tanggapan dari perbincangan soal pengumuman seleksi mandiri Talent Scouting UI yang merugikan peserta pun bermunculan. Akun @vivimyahya mengatakan anaknya menjadi korban. Pukul 19.30 status di laman enrollment.ui.ac.id menyatakan anaknya lulus, namun pukul 20.30 berubah menjadi tidak lulus.

“Sangat shock sekali dia. Lembaga pendidikan sekelas UI yang katanya kebanggaan negara bisa melakukan kesalahan sefatal ini. Sungguh mengecewakan,” ujarnya.

Akui kesalahan

Atas kesalahan pengumuman yang terjadi di jalur mandiri Talent Scouting Program Sarjana Kelas Khusus Internasional UI, Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional UI Erwin Agustian Panigoro, melalui siaran pers Rabu (18/3/2026), mengakui ada ketidaksesuaian tampilan status hasil seleksi pada sistem enrollment Talent Scouting Program Sarjana Kelas Khusus Internasional (S1 KKI) pada 17 Maret 2026. Ketidaksesuaian ini terjadi dalam rentang waktu 40 menit setelah sistem menampilkan data

”UI menyampaikan permohonan maaf atas atas ketidaksesuaian tampilan status hasil seleksi pada sistem enrollment Talent Scouting Program Sarjana Kelas Khusus Internasional (S1 KKI) yang terjadi pada 17 Maret 2026,” kata Erwin.

Erwin mengakui, momen tersebut dapat menimbulkan kebingungan dan kekecewaan, terutama bagi pendaftar yang sempat menerima informasi yang belum sesuai. Untuk itu, UI membuka bantuan bagi para pendaftar yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut melalui e-mail [email protected].

Erwin mengatakan, sistem telah kembali normal dan hasil seleksi Talent Scouting Program S1 KKI yang ditampilkan pada laman enrollment.ui.ac.id merupakan hasil seleksi yang final dan resmi, melalui proses yang adil dan transparan.

“UI memahami kekecewaan yang dirasakan para pendaftar dan memastikan bahwa calon mahasiswa yang belum lolos bisa mengikuti jalur penerimaan lain, sehingga kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di UI tetap terbuka luas,” katanya.

Mulai tahun 2026, pemerintah juga memperluas skema studi melalui program joint degree dan double degree dengan perguruan tinggi luar negeri.

Lebih lanjut Erwin mengatakan, ke depan, UI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang semakin baik, andal, dan responsif melalui evaluasi serta penyempurnaan berkelanjutan, baik dari sisi teknis maupun komunikasi. “UI juga berupaya memberikan pendampingan yang lebih dekat dan informatif, sehingga setiap calon mahasiswa dapat menjalani proses seleksi dengan percaya diri dan penuh harapan menuju pendidikan terbaik,” ujar Erwin.

Selanjutnya, Erwin mengajak peserta yang belum lulus untuk bisa memanfaatkan peluang lain masuk UI. Ada jalur masuk nasional Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (25 Maret-7 April 2026); jalur mandiri meliputi PPKB (15 Mei–19 Juni 2026), Seleksi Jalur Prestasi (4–30 Mei 2026), dan SIMAK Sarjana dan Vokasi (8 Mei–5 Juni 2026); serta jalur Kelas Khusus Internasional mencakup SIMAK KKI Gelombang I (2 Maret–2 April 2026), SIMAK KKI Gelombang II (4–30 Mei 2026), dan Global Talent KKI (3–16 Juli 2026).

Berdasarkan informasi di laman UI,  jalur masuk Talent Scouting merupakan jalur seleksi mandiri berdasarkan nilai rapor dan prestasi untuk program S1 Kelas Internasional. Selain keunggulan akademik, pendaftar wajib menyertakan sertifikat TOEFL atau IELTS yang masih berlaku.

Modelnya seperti seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP) atau jalur prestasi. Peserta bisa mendaftar jika sekolah juga menggunggah data-data yang menunjukkan prestasi akademik siswa dalam sistem pendaftaran UI. Biaya pendaftaran untuk peserta dikenakan Rp 1,8 juta.

Standar minimum yang ditetapkan UI adalah skor 500 untuk TOEFL ITP/PBT (sertifikasi ETS), 61 untuk iBT, 173 untuk CBT, atau skor minimal 5.5 untuk IELTS. Setiap fakultas memiliki persyaratan TOEFL/IELTS yang berbeda-beda.

Baca JugaUji Kemahiran Berbahasa Indonesia Setara dengan Uji Bahasa Asing

Skema perkuliahan untuk mahasiswa Kelas Internasional memiliki dua pilihan program. Ada Single Degree  yang mewajibkan mahasiswa mengikuti mobilitas internasional minimal satu semester melalui skema student exchange atau study abroad di perguruan tinggi mitra luar negeri. Meskipun mendapatkan paparan akademik internasional yang kuat, lulusan program ini tetap akan memperoleh ijazah tunggal yang diterbitkan secara resmi oleh Universitas Indonesia.

Ada juga pilihan Double Degree/Joint Degree.  Program ini menerapkan kurikulum yang terintegrasi dengan kesamaan minimal 50 persen antara UI dan universitas mitra. Melalui skema ini, mahasiswa berkesempatan memperoleh dua ijazah sekaligus serta dua gelar akademik setelah berhasil menyelesaikan seluruh beban studi di kedua universitas tersebut.

Peserta bisa mendaftar di jalur Talent Scouting S1 Kelas Khusus Internasional jika SMA/SMK/sederajat terdaftar di laman pendaftaran Talent Scouting. Jika sekolah belum terdaftar,  bisa membuat pengajuan ke panitia dengan mengirimkan dokumen  surat pengajuan resmi dari sekolah yang ditujukan ke Kepala Kantor Penerimaan Mahasiswa Baru UI; profil singkat sekolah; scan sertifikat akreditasi sekolah; dan daftar alumni 3 tahun terakhir yang melanjutkan ke UI dari jalur mana pun (jika ada).

Lingkungan akademik global

Jalur kelas internasional menjadi salah satu pilihan jalur mandiri di berbagai perguruan tinggi negeri (PTN), terutama yang berstatus badan hukum. Dikutip dari laman resmi Universitas Gadjah Mada (UGM), tahun 2026 kuota mahasiswa kelas internasional  yang di UGM disebut International Undergraduate Program (IUP) sekitar 1.000 orang dari 31 program studi (prodi). Keseluruhan penerimaan mahasiswa baru UGM tahun ini sekitar 10.000 orang.

“Keunggulan IUP bukan hanya pada penggunaan bahasa Inggris sebagai pengantar, tetapi juga pada lingkungan akademik yang global, kesempatan double degreestudent exchange, hingga riset bersama mitra internasional,” kata Sekretaris Direktorat Pendidikan dan Pengajaran UGM Sigit Prianta.

Kelas internasional jenjang sarjana juga ditawarkan berbagai PTN di luar Jawa. Salah satunya Universitas Hasanudddin di Sulawesi Selatan melalui jalur mandiri Talent Showcase.

Baca JugaJalur Mandiri Dinilai Jadi Cara Mudah Kampus Dapatkan Dana

Peserta yang ikut Talent Showcase harus berada di peringkat 1-15 di sekolahnya atau memiliki kemampuan bahasa inggris. Bahkan, peserta akan diberikan bimbingan intensif secara daring selama 10 hari sebelum tes.

Bagi peserta kelas internasional atau IUP, selain dikenakan biaya jalur mandiri, nantinya juga harus menyiapkan lagi biaya tambahan secara mandiri saat studi di kampus mitra di luar negeri. Besaran biayanya tergantung dari program yang diikuti di kampus luar negeri.

Peluang bagi mahasiswa baru untuk mendapat beasiswa di program IUP tahun ini terbuka bagi peserta yang mendapat Beasiswa Garuda untuk Sarjana dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menjelaskan bahwa Beasiswa Garuda bertujuan memilih talenta terbaik bangsa untuk mengenyam pendidikan kelas dunia.

“Mulai tahun 2026, pemerintah juga memperluas skema studi melalui program joint degree dan double degree dengan perguruan tinggi luar negeri. Peserta juga akan dipilih dari talenta-talenta terbaik itu untuk bersekolah di kampus-kampus top di Indonesia, tapi dengan tambahan joint degree atau double degree ke sekolah-sekolah di luar negeri,” tutur Brian.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Antisipasi Lonjakan Mudik, Pertamina Tambah 95 SPBU Modular di Jalur Padat untuk Urai Antrean BBM
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Jemaah Tarekat Syattariyah di Ponorogo Gelar Salat Idulfitri Lebih Awal
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Harga Minyak Naik 5,6 Persen Usai Iran Serang Fasilitas Energi di Seluruh Timur Tengah
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Taylor Swift Dinobatkan Sebagai Musisi Perempuan Terkaya di Dunia versi Forbes
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Kepincut dengan Mobil Wuling? Jangan Lupa Cek Harga Terbarunya di Maret 2026
• 10 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.