jpnn.com, JAKARTA - Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah Hariqo Wibawa Satria, menilai Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) telah memiliki peta komunikasi yang jelas dalam menghadapi tantangan global, khususnya terkait maraknya disinformasi dan misinformasi.
Menurut Hariqo, isu disinformasi kini menjadi ancaman utama dunia sebagaimana tercermin dalam Laporan Risiko Global 2025.
BACA JUGA: Pengumpulan Zakat Istana 2026 Catat Rekor, Tembus Rp4,3 Miliar
Dia menggambarkan penyebaran berita bohong jauh lebih cepat dibandingkan upaya klarifikasinya.
“Berita bohong sudah keliling dunia sedangkan pelurusannya baru pakai sepatu. Karena itu, upaya Baznas menjawab tantangan ini lewat pertemuan rutin dengan wartawan, menerima kritik, dan menampilkan para penerima manfaat patut diapresiasi,” ujar Hariqo.
BACA JUGA: Zakat, Penyuci Harta Abadi dan Penolong di Hari Kiamat
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Z-Talk bertajuk “Zakat Menguatkan Indonesia Melalui Media Massa & Silaturahmi Forum Matraman” yang digelar di Jakarta Timur, baru-baru ini.
Hariqo menilai langkah Baznas dalam memperkuat komunikasi publik, termasuk melalui literasi zakat dan pelibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan, menjadi strategi penting untuk menjaga kepercayaan publik.
BACA JUGA: Optimalisasi Zakat Dinilai Mampu Perkuat Ekonomi dan Tekan Kemiskinan
Dia juga menekankan pentingnya meluruskan berbagai informasi keliru yang beredar di masyarakat, khususnya terkait pengelolaan dan penyaluran dana zakat yang kerap disalahpahami.
Selain itu, transparansi dan publikasi yang kuat dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Menurutnya, masyarakat akan lebih terdorong untuk berzakat jika mengetahui secara langsung dampak yang dirasakan para mustahik.
“Cerita dari para penerima manfaat sangat penting untuk ditampilkan di media. Suara mereka menjadi bukti bagaimana zakat membantu kehidupan masyarakat,” kata Hariqo.
Dia menambahkan bahwa tiga indikator utama komunikasi publik, yakni pelaksanaan program, partisipasi masyarakat, serta publikasi dan dokumentasi. (jlo/jpnn)
Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh




