Prediksi Cuaca Saat Lebaran 2026, Berpotensi Hujan Ringan di Jakarta

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com — Cuaca saat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah diperkirakan akan didominasi hujan ringan di wilayah DKI Jakarta, baik jika Lebaran jatuh pada Jumat (20/3/2026) maupun Sabtu (21/3/2026).

Seperti diketahui, kepastian tanggal Lebaran 2026 masih menunggu hasil sidang isbat yang digelar pemerintah pada Kamis (19/3/2026).

Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat (20/3/2026).

Baca juga: Apakah Lebaran 2026 Akan Serentak? Ini Prediksinya

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama masih menunggu hasil sidang isbat, dengan kalender Hijriah memperkirakan Idul Fitri berpotensi jatuh pada Sabtu (21/3/2026).

Di tengah ketidakpastian tersebut, masyarakat sudah mulai bersiap, termasuk memperhatikan kondisi cuaca saat hari raya.

Berdasarkan prakiraan BMKG, pada Jumat (20/3/2026), hampir seluruh wilayah Jakarta, mulai dari Jakarta Pusat, Utara, Barat, Selatan, hingga Timur, diperkirakan mengalami hujan ringan.

Suhu di Jakarta pada momen hari raya itu berkisar antara 24–32 derajat Celsius dan kelembapan yang cukup tinggi.

Kondisi serupa juga diprediksi terjadi pada Sabtu (21/3/2026). Hujan ringan masih berpotensi turun di sebagian besar wilayah Jakarta, dengan suhu sedikit lebih rendah di kisaran 23–30 derajat Celsius serta kelembapan udara tetap tinggi.

Baca juga: Sidang Isbat Digelar 19 Maret, Kapan Lebaran Idul Fitri 2026?

Meski demikian, intensitas hujan yang tergolong ringan membuat aktivitas masyarakat, seperti salat Idul Fitri dan silaturahmi, masih dapat berlangsung. Namun, warga tetap disarankan menyiapkan payung atau jas hujan.

Sidang isbat sendiri melibatkan berbagai pihak, termasuk ahli astronomi, BMKG, BRIN, serta perwakilan organisasi masyarakat Islam. Penentuan awal Syawal dilakukan melalui metode hisab dan rukyatul hilal.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Jika hilal terlihat dan memenuhi kriteria, maka 1 Syawal ditetapkan keesokan harinya. Namun jika tidak, Ramadan akan disempurnakan menjadi 30 hari.

Dengan perbedaan metode antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, potensi perbedaan hari Lebaran masih terbuka. Kepastian akhir tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dari Hasrat ke Keikhlasan: Pelajaran Hidup dari Kakawin Jawa Kuna
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Purbaya Tak Gelar Open House: Saya Ngirit-Ngirit
• 30 menit lalukompas.com
thumb
Summarecon Buka Lowongan Kerja Besar-besaran, Cek Posisi dan Syaratnya
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Aksi Peduli di Malam Hari, BAGI KCP BKR Bandung dan AGP Perkuat Kepedulian Sosial
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jemaah Thariqah Syathariyah di Ponorogo Salat Idulfitri Lebih Awal
• 40 menit lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.