Suka Duka ART Infal Lebaran, Upah Lebih Tinggi tapi Kerja Berkali Lipat

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketika sebagian umat Islam pulang kampung atau libur saat Lebaran, ada yang memilih tetap bekerja demi tetap berpenghasilan.

Dua di antara golongan tersebut ialah Ernawati (51) dan Roskina (43). Keduanya merupakan pekerja infal atau tenaga pengganti asisten rumah tangga (ART) selama musim mudik Lebaran.

Kerja berat, upah tinggi

Bagi Ernawati dan Roskina, momen Lebaran justru menjadi peluang untuk mendapatkan penghasilan lebih besar, meski harus mengorbankan waktu bersama keluarga.

"Kalau Lebaran saya jarang pulang. Paling cuma lewat video call saja sama keluarga jarak jauh buat komunikasi. Tidak pulang sudah biasa, apalagi kalau Lebaran fee-nya beda, lebih besar," ujar Roskina saat ditemui Kompas.com di Kantor Penyalur ART PT Dani Mandiri, Jakarta Selatan, Rabu (18/3/2026).

Meski upah lebih tinggi, Roskina mengakui beban kerja sebagai pekerja infal jauh lebih berat dibandingkan pekerja tetap.

"Kerjanya bisa dua kali lipat, bahkan tiga kali lipat. Pekerjaan bertumpuk-tumpuk karena majikan kasih kerjaan tidak berhenti-berhenti. Kalau permanen kan sudah biasa jalannya," tuturnya.

Baca juga: Berapa Biaya ART Infal Saat Lebaran? Ini Kisarannya per Hari

Menurutnya, kepuasan majikan sangat bergantung pada ketangkasan dan kemampuan pekerja di dapur.

"Ada yang suka karena kita gesit, ada yang suka karena masakan kita enak. Kalau majikan minta masak ini itu ya saya buatkan. Intinya jangan melawan kalau diatur, nurut saja dan yang paling penting itu sabar," ujarnya.

Karena kinerjanya yang dinilai apik selama masa infal, Roskina pernah ditawari menjadi ART permanen oleh sang majikan.

"Majikan pernah bilang, 'Wah, Ibu kerjanya lebih bagus daripada ART saya yang lama yang sedang pulang kampung'. Ya, saya merasa senang saja," ungkapnya.

Bagi Roskina, kunci utama bekerja sebagai pekerja infal adalah kesabaran dan selalu siap dengan permintaan.

"Intinya jangan melawan kalau diatur, nurut saja dan yang paling penting itu sabar," sambung Roskina.

Bonus tak terduga

Senada dengan Roskina, Ernawati yang sudah delapan tahun berkecimpung di bidang ini, menekankan pentingnya menjadi pekerja infal yang punya inisiatif tinggi.

Baginya, membantu pekerjaan di luar tugas utama adalah hal yang lazim dilakukan pekerja infal.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Kalau kita punya pengertian, meskipun bos tidak menyuruh, kita bantu saja. Nanti majikan juga pasti melebihkan upah kita," jelasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cara Memasak Daging Empuk Tanpa Presto
• 9 jam lalubeautynesia.id
thumb
Simak Jadwal Lengkap Libur Bursa saat Nyepi-Lebaran dan Sepanjang 2026
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU dalam Melayani Pemudik EV
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Breaking: Harga Minyak Kini Tembus US$ 111 Usai Qatar Dibombardir
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bambang Patijaya DPR Apresiasi Kesiapan Pemerintah Jaga Pasokan Energi Selama IdulFitri 2026
• 18 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.