REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG — Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyampaikan penerapan one way nasional pada arus mudik Lebaran berpeluang diperpanjang, bergantung hasil evaluasi harian di lapangan. Kebijakan ini disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan yang masih tinggi dari Jakarta menuju berbagai daerah tujuan.
Ia menjelaskan skema one way nasional telah dirancang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) dengan perkiraan puncak arus pada 17–18 Maret 2026. Dinamika pergerakan kendaraan membuat evaluasi dilakukan secara real time.
Baca Juga
Hilal di Aceh Hari Ini Masih di Bawah Kriteria MABIMS, Benarkah Lebaran Lusa?
Pertamina Patra Niaga Hadirkan SPBU Modular, Solusi Urai Kemacetan di Jalur Mudik
Tim Urai Kemacetan Disiagakan di Jalur Palembang-Betung
“One way nasional itu tanggal 17 dan 18 adalah skenario yang diperkirakan puncak arus,” kata Agus di Command Center Korlantas Polri, Cikampek, Kamis (19/3/2026) dini hari WIB.
Ia menyebut masih ada sisa pergerakan kendaraan yang cukup besar dari Jakarta. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi Korlantas untuk membuka peluang perpanjangan rekayasa lalu lintas.
/* Make the youtube video responsive */ .iframe-container{position:relative;width:100%;padding-bottom:56.25%;height:0 ;margin : 14px 0px 15px 0px}.iframe-container iframe{position:absolute;top:0;left:0;width:100%;height:100%} .rec-desc {padding: 7px !important;}
Evaluasi dilakukan berdasarkan pemantauan langsung di lapangan serta data lalu lintas yang terus diperbarui. Keputusan diambil dengan mempertimbangkan kelancaran arus dan keselamatan pengguna jalan.
“Dengan adanya sisa persentase kendaraan yang masih di Jakarta, kami akan melihat. Jika besok masih cukup tinggi, kami akan lanjutkan one way nasional sampai Km 414 Jawa Tengah,” ujar Agus.
Korlantas telah menerapkan rekayasa lalu lintas secara bertahap sejak awal masa mudik. Contraflow dan one way parsial diberlakukan lebih dulu sebelum diperluas menjadi one way nasional.
Langkah percepatan penerapan one way nasional dilakukan setelah terlihat peningkatan signifikan volume kendaraan. Parameter seperti traffic counting menjadi acuan dalam menentukan waktu pelaksanaan.
“Dan hari ini tadi sudah dipercepat untuk arus mudik one way nasional,” ucap Agus.
Pada malam puncak arus mudik (Rabu), volume kendaraan diproyeksikan mencapai 250 ribu unit. Angka ini meningkat dibandingkan hari sebelumnya yang berada di kisaran 221 ribu kendaraan.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)