Panas Menyengat di Sejumlah Daerah, BMKG Ungkap Penyebabnya

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Cuaca panas belakangan ini terasa semakin menyengat di berbagai wilayah Indonesia. Anda mungkin merasakan suhu udara yang lebih tinggi dari biasanya, bahkan sejak pagi hari. 

Fenomena ini bukan terjadi tanpa sebab. Menjelang tanggal 21 hingga 23 Maret, matahari akan berada tepat di atas garis ekuator atau khatulistiwa. 

Baca Juga :
BMKG Sebut Jakarta Jadi yang Terpanas di Indonesia, Pramono: Kota Boleh Panas, tapi Hati Tetap Dingin
BMKG Prediksi Cuaca saat Lebaran Berawan hingga Hujan Lebat

Pada periode tersebut, posisi matahari seolah tegak lurus di atas wilayah Indonesia, sehingga intensitas sinar matahari yang diterima menjadi lebih maksimal dan suhu udara terasa lebih panas.

Berikut beberapa faktor utama yang membuat cuaca terasa lebih panas, sebagaimana dirangkum Viva dari Instagram resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kamis, 19 Maret 2026.

1. Posisi Matahari Mendekati Ekuator

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, salah satu penyebab utama cuaca terasa terik adalah posisi matahari yang sedang berada di sekitar garis ekuator. Sudut datang sinar matahari menjadi lebih tegak lurus ke permukaan bumi, sehingga energi panas yang diterima meningkat secara signifikan.

2. Gerak Semu Tahunan Matahari

Fenomena ini dikenal sebagai gerak semu tahunan matahari, yaitu pergerakan semu matahari dari belahan bumi selatan ke utara. Saat matahari melintas di wilayah ekuator, radiasi yang diterima mencapai titik maksimal, sehingga suhu terasa lebih panas.

3. Minimnya Tutupan Awan

Kondisi atmosfer juga berperan penting. Saat tutupan awan berkurang, sinar matahari dapat langsung mencapai permukaan bumi tanpa banyak hambatan, sehingga panas terasa lebih menyengat.

4. Masa Transisi Musim

Peralihan dari musim hujan ke musim kemarau turut memengaruhi peningkatan suhu udara. Curah hujan mulai menurun, sementara paparan sinar matahari meningkat.

5. Perubahan Kelembapan Udara

Kelembapan udara yang berubah juga membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan, sehingga Anda merasa lebih mudah gerah dan lelah saat beraktivitas.

Melihat berbagai faktor tersebut, BMKG turut mengimbau agar masyarakat tetap terhidrasi dengan cukup minum air, menggunakan pelindung seperti topi atau payung, serta menghindari paparan sinar matahari langsung pada siang hari.

Baca Juga :
BMKG Ungkap Sedikitnya Ada 23 Titik Panas di Sumut, Masyarakat Diimbau Jangan Bakar Lahan
BMKG Prediksi Musim Kemarau Mulai April, Puncaknya di Agustus
Bersiap! Musim Kemarau Diprediksi Bakal Datang Lebih Cepat, Dimulai dari April

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Volume Kendaraan di Tol Cipali Melonjak 74 Persen, Lalin Masih Lancar
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
PLN Siagakan 439 SPKLU di Jalur Mudik Jatim-Bali Demi Keamanan dan Kenyamanan Pemudik
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Bank Mandiri Berangkatkan Lebih dari 10.000 Pemudik Lewat Program Mudik Gratis
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Layanan SIM Keliling di Jakarta Tutup selama Libur Nyepi dan Lebaran 2026, Buka Kapan?
• 8 jam laludisway.id
thumb
Jepang Kini: Kapasitas Kilang-Stok BBM Anjlok, Harga Bensin Melejit!
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.