Jaksa Agung Pam Bondi Klaim Telah Lindungi Korban Kasus Epstein

mediaindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita

JAKSA Agung Amerika Serikat, Pam Bondi, menyatakan komitmennya untuk mematuhi hukum terkait panggilan paksa (subpoena) untuk bersaksi di bawah sumpah di hadapan Komite Pengawas DPR AS. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang meningkat mengenai penanganan jutaan dokumen terkait kasus Jeffrey Epstein.

"Saya telah menyatakannya dengan sangat jelas, saya akan mengikuti hukum," tegas Bondi kepada wartawan di Capitol Hill, Rabu malam (18/3/2026).

Bondi menjelaskan Departemen Kehakiman telah meninjau sekitar 3 juta berkas Epstein, yang ia ibaratkan setinggi Menara Eiffel. Ia mengklaim para pengacara telah bekerja maksimal untuk melindungi identitas para korban dalam proses tersebut. "Kami melakukan yang terbaik untuk mematuhi hukum. Kami bangga dengan pekerjaan yang telah kami lakukan," tambahnya.

Baca juga : Anggota Demokrat Walk Out dari Rapat Rahasia Kasus Jeffrey Epstein

Kritik Pedas terhadap Aksi 'Walkout' Demokrat

Dalam kesempatan tersebut, Bondi juga mengkritik keras anggota parlemen dari Partai Demokrat yang melakukan aksi walkout saat pengarahan tertutup berlangsung. Ia menyebut pihak Departemen Kehakiman hadir pada malam hari demi kenyamanan para anggota dewan dan siap menjawab segala pertanyaan.

"Kami duduk di sana mengatakan, tanyakan apa pun yang ingin kalian tanyakan kepada kami. Namun mereka berteriak karena C-SPAN (media parlemen) tidak ada di sana, dan kemudian mereka menyerbu keluar dari pertemuan," ungkap Bondi.

Senada dengan Bondi, Ketua Komite Pengawas DPR, James Comer, menyebut tindakan Demokrat tersebut mengecewakan dan telah direncanakan sebelumnya (premeditated). "Mereka datang hanya untuk mengeluh, mereka tidak mengajukan pertanyaan substantif," ujar Comer.

Baca juga : DPR AS Panggil Paksa Jaksa Agung Pam Bondi Terkait Berkas Epstein

Pengakuan Kata Kasar James Comer

Namun, suasana sidang justru semakin kontroversial setelah James Comer mengonfirmasi kebenaran laporan mengenai penghinaan yang ia lontarkan kepada anggota delegasi Demokrat, Summer Lee. Comer mengakui ia menyebut Lee sedang "mengomel" (btching*) di dalam ruang rapat tertutup tersebut.

"Itu akurat," kata Comer singkat saat dikonfirmasi wartawan mengenai ucapan kasarnya.

Meskipun terdapat lima anggota Partai Republik yang setuju untuk melakukan deposisi terhadap Bondi, Comer secara pribadi mengaku tidak melihat alasan kuat untuk melanjutkan prosedur tersebut. Ia belum bisa memastikan apakah komite akan menjatuhkan sanksi penghinaan pidana (criminal contempt) jika Bondi menolak hadir di kemudian hari.

Hingga saat ini, perselisihan mengenai transparansi dokumen Epstein terus menjadi bola panas di Washington, melibatkan perdebatan sengit antara perlindungan privasi korban dan hak publik untuk mengetahui kebenaran di balik skandal besar tersebut. (CNN/Z-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump Kena Batunya, Perang Iran Jadi Senjata Makan Tuan
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Israel Klaim Kembali Bunuh Pejabat Tinggi Iran, Kali Ini Menteri Intelijen Esmail Khatib
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Ceita Pemudik Terjebak Macet Parah di Tol MBZ, Perjalanan Jakarta–Cimahi Molor 4 Jam
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Tetus Dihantam Masalah, Inara Rusli Instropeksi Diri dan Bersyukur
• 7 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Modernisasi Transportasi Kota Bekasi, DPRD Kota Bekasi Ingatkan Tak Matikan Mata Pencaharian Sopir Angkot
• 20 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.