Iran Serang Fasilitas Ekspor LNG Terbesar Dunia di Qatar, Harga Minyak Naik 7%

katadata.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

Qatar menyatakan bahwa rudal Iran menyebabkan "kerusakan luas" di Kota Industri Ras Laffan, tempat fasilitas ekspor gas alam cair (LNG) terbesar di dunia.

Kementerian Luar Negeri Qatar mengecam serangan itu sebagai eskalasi berbahaya, pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan negara, dan ancaman langsung terhadap keamanan nasional dan stabilitas regionalnya.

"Qatar berhak untuk menanggapi sesuai dengan hak membela diri yang dijamin berdasarkan hukum internasional," kata Kementerian Luar Negeri Qatar dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari CNBC, Kamis (19/3).

Harga minyak mentah Brent, patokan internasional, melonjak lebih dari 7% menjadi $111,23 pada pukul 16.52 ET. Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS naik sekitar 4% menjadi $100,04.

Garda Revolusi Iran telah mengancam akan menyerang fasilitas energi di Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab setelah Israel membom fasilitas pengolahan gas alam di Iran.

Tim darurat dikerahkan untuk memadamkan kebakaran di Ras Laffan, menurut unggahan media sosial dari perusahaan milik negara QatarEnergy. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Kementerian Dalam Negeri Qatar kemudian mengatakan bahwa kebakaran di fasilitas tersebut awalnya telah berhasil dikendalikan.

Qatar menghentikan produksi LNG pada 2 Maret karena serangan drone Iran di Ras Laffan dan Kota Industri Mesaieed. Negara Teluk ini adalah pengekspor LNG terbesar kedua di dunia, setelah AS. Qatar menyumbang hampir 20% dari ekspor LNG global, menurut data dari perusahaan konsultan energi Kpler.

Serangan yang meningkat terhadap infrastruktur minyak dan gas Timur Tengah mengancam akan memperparah gangguan pasokan energi besar-besaran yang dipicu oleh perang Iran.

Lalu lintas kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz telah anjlok karena serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial. Selat tersebut merupakan titik perdagangan terpenting untuk minyak, dengan sekitar 20% pasokan dunia melewatinya sebelum perang.

Harga Brent bisa rata-rata mencapai $130 pada kuartal kedua dan ketiga jika terjadi serangan besar-besaran terhadap infrastruktur energi dan Selat tetap tertutup untuk jangka waktu yang lama, demikian disampaikan analis Citigroup kepada klien mereka dalam sebuah laporan pada hari Rabu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahagianya tembus layar, 29 karyawan resto ini dapat THR motor baru masing-masing satu
• 8 jam lalubrilio.net
thumb
Arus Mudik Membeludak, Tol Cipali Alami Pe pada H-2 Lebaran
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Warga Salareh Aia gelar tradisi "Mahantam" di tengah pemulihan bencana
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Kisah Mustaqim, Mudik Bawa Oleh-oleh Kompor Gas demi Orangtua di Kampung
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Pertemuan 2 Jam di Istana, Prabowo dan Megawati Bahas Geopolitik Global
• 1 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.