Mayora Indah (MYOR) Bukukan Penjualan Rp38,68 Triliun Sepanjang 2025

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencatatkan dinamika kinerja yang menarik sepanjang 2025. Di satu sisi, penjualan tumbuh solid, namun di sisi lain laba bersih justru mengalami penurunan.

Hingga 31 Desember 2025, laba bersih MYOR tercatat sebesar Rp2,86 triliun, turun sekitar 4,5% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp3 triliun. Dampaknya, laba per saham dasar juga ikut melemah menjadi Rp128,42 dari sebelumnya Rp134,19.

Padahal, kinerja penjualan sebenarnya menunjukkan tren positif. MYOR membukukan penjualan bersih Rp38,68 triliun, meningkat 7,23% dibandingkan Rp36,07 triliun pada 2024.

Kontribusi terbesar datang dari segmen makanan olahan dalam kemasan sebesar Rp24,14 triliun, disusul minuman olahan dalam kemasan Rp18,25 triliun, dikurangi eliminasi sebesar Rp3,71 triliun.

Dari sisi geografis, penjualan domestik masih menjadi andalan dengan kontribusi Rp22,8 triliun. Sementara itu, pasar Asia menyumbang Rp14,65 triliun, dan segmen lainnya sebesar Rp1,21 triliun.

Di tengah pertumbuhan pendapatan, tekanan biaya menjadi tantangan utama. Beban pokok penjualan meningkat menjadi Rp30,18 triliun dari Rp27,77 triliun, sehingga laba kotor hanya naik tipis menjadi Rp8,49 triliun dari Rp8,3 triliun.

Baca Juga: Makin Bengkak, Garuda Indonesia (GIAA) Catat Rugi Rp5,4 Triliun pada 2025

Baca Juga: Emiten Rokok HM Sampoerna (HMSP) Raup Penjualan Rp112,17 Triliun di 2025

Selain itu, total beban usaha juga membengkak menjadi Rp4,76 triliun dari Rp4,38 triliun, yang pada akhirnya menekan laba usaha menjadi Rp3,72 triliun, turun dari Rp3,91 triliun.

Dari sisi neraca, MYOR tetap menunjukkan pertumbuhan. Total aset meningkat menjadi Rp31,37 triliun dari Rp29,72 triliun. Liabilitas bengkak menjadi Rp13,01 triliun dari Rp12,62 triliun, sementara ekuitas menguat menjadi Rp18,36 triliun dari sebelumnya Rp17,1 triliun.

Kondisi ini mencerminkan bahwa meskipun permintaan pasar masih tumbuh, tekanan biaya yang meningkat menjadi faktor utama yang menggerus profitabilitas perusahaan sepanjang 2025.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bapanas Pastikan Stok Daging Sapi Aman, Harga Mulai Turun Jelang Lebaran
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Perhatian! One Way Nasional Cikampek-Kalikangkung Resmi Diberlakukan
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kisah Fathu Mekkah: Penaklukan Kota Suci Tanpa Pertumpahan Darah
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Terekam CCTV, Momen Eksekutor Andrie Yunus Menepi dan Lepas Baju Akibat Terkena Percikan Cairan Berbahaya
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Arus Mudik Lebaran 2026: Korlantas Memulai One Way Nasional di KM 70-414 Siang Ini
• 22 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.