REPUBLIKA.CO.ID,SEMARANG — Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) akan melakukan pemantauan hilal penentuan Idul Fitri 1447 Hijriah di 14 lokasi. Titik pemantauan tersebar di 14 kabupaten/kota se-Jateng.
"Total (titik pantau hilal) 14 titik," ungkap Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kemenag Jateng, Imam Buchori ketika dihubungi, Rabu (18/3/2026).
Baca Juga
Iran Hantam Ras Laffan, Fasilitas Pengolahan Gas Terbesar di Dunia
Trump Minta Israel Setop Serang Fasilitas Energi Usai Iran Bombardir Kilang Minyak Negara Teluk
Kakorlantas Pastikan Situasi Gilimanuk Clear, Kendaraan Masuk Buffer Zone
Dia menambahkan, pemantauan hilal penentuan Idul Fitri 1447 Hijriah akan dilaksanakan pada Kamis (19/3/2026). "Terkait penetapan awal Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran Idul Fitri tahun ini agar masyarakat menunggu pengumuman dari Menteri Agama setelah melaksanakan sidang Isbat awal Syawal 1447 Hijriah yang akan dilaksanakan Kamis sore, 19 Maret 2026, tentunya setelah menerima laporan baik hilal terlihat maupun tidak terlihat di wilayah paling barat Indonesia,"kata dia.
Buchori mengatakan, terdapat potensi perbedaan perayaan Idul Fitri tahun ini. "Jika ini terjadi, diharapkan masyarakat, khususnya Jawa Tengah, untuk saling menghormati dan menjaga toleransi atas perbedaan Idul Fitri yang mungkin terjadi. Hal itu guna menjaga kondusivitas di tengah masyarakat, khususnya di Jawa Tengah,"jelas dia.
/* Make the youtube video responsive */ .iframe-container{position:relative;width:100%;padding-bottom:56.25%;height:0 ;margin : 14px 0px 15px 0px}.iframe-container iframe{position:absolute;top:0;left:0;width:100%;height:100%} .rec-desc {padding: 7px !important;}
Petugas Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta mengamati penampakan hilal guna menetapkan 1 Ramadhan 1447 H di Monumen Nasional (Monas, Jakarta, Selasa (17/2/2026). Berdasarkan pantauan di Monas, Petugas Kanwil Kemenag DKI Jakarta menyatakan posisi hilal belum memenuhi syarat mabims karena di bawah ufuk. - (Republika/Thoudy Badai)