Harga Minyak Naik 5 Persen Usai Serangan Israel ke Fasilitas Energi Iran, Picu Inflasi Global

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Harga minyak dunia melonjak tajam setelah serangan Israel terhadap ladang gas South Pars di Iran, memperkuat kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.

Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga minyak Brent, acuan global, naik sekitar 5 persen hingga mendekati 110 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga menguat, mencerminkan meningkatnya premi risiko akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Baca Juga
  • Perhakin Salurkan 1.500 Paket Lebaran di Singkawang Utara
  • Polres Cianjur Antisipasi Puncak Arus Mudik Lewat Rekayasa Lalulintas
  • RESMI: Arab Saudi Umumkan 1 Syawal 1447 Hijriah Jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026

Serangan tersebut menargetkan South Pars gas field, ladang gas terbesar di dunia yang menjadi tulang punggung pasokan energi Iran. Gangguan pada fasilitas ini meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan minyak dan gas global.

Eskalasi konflik antara Iran dan Israel telah mengganggu distribusi energi di kawasan Teluk, termasuk jalur strategis Selat Hormuz yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

/* Make the youtube video responsive */ .iframe-container{position:relative;width:100%;padding-bottom:56.25%;height:0 ;margin : 14px 0px 15px 0px}.iframe-container iframe{position:absolute;top:0;left:0;width:100%;height:100%}
.rec-desc {padding: 7px !important;}

Gangguan tersebut berpotensi menekan pasokan global hingga jutaan barel per hari, sehingga mendorong kenaikan harga energi secara signifikan.

Kondisi ini meningkatkan risiko inflasi global, mengingat harga energi merupakan komponen utama dalam biaya produksi dan distribusi barang. Kenaikan harga minyak juga berpotensi mendorong kenaikan harga pangan dan logistik secara luas.

 

Pasca serangan, Iran mengancam akan menargetkan infrastruktur energi di negara-negara Teluk seperti Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Ancaman ini memperbesar risiko gangguan lanjutan pada rantai pasok energi global.

Selain itu, sejumlah fasilitas energi di kawasan tersebut dilaporkan terdampak serangan, termasuk fasilitas gas di Qatar, yang semakin memperburuk sentimen pasar.

Di tengah tekanan tersebut, pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah darurat, termasuk pelonggaran aturan pengiriman energi dan membuka peluang pasokan tambahan dari negara lain seperti Venezuela, guna meredam lonjakan harga.

 

 

 

 

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : REUTERS
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ponpes Al-Falah Ploso Kediri Tetapkan Lebaran Jatuh pada Jumat 20 Maret 2026
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Empat Eksekutor Ditangkap, Siapa Otak di Balik Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis HAM?
• 9 jam lalurealita.co
thumb
Apakah Lebaran 2026 Akan Serentak? Ini Prediksinya
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Menteri Intelijen Iran Esmail Khatib Terbunuh oleh Serangan Israel, Sehari Setelah Ali Larijani
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Qatar Usir Atase Kedutaan Besar Iran, Diberi Waktu 24 Jam Tinggalkan Negara
• 1 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.