Bisnis.com, JAKARTA - Presiden AS Donald Trump mengeluarkan kebijakan penangguhan aturan pengiriman yang telah berlaku sejak lama dalam upaya menstabilkan harga minyak di tengah perang Iran.
Dilansir CNBC pada Rabu (18/3/2026), penangguhan sementara Undang-Undang Jones (Jones Act) akan memungkinkan sumber daya vital seperti minyak, gas alam, pupuk, dan batu bara secara bebas masuk ke Pelabuhan AS selama 60 hari.
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt melalui sebuah pernyataan resmi. "Pemerintahan Trump tetap berkomitmen untuk terus memperkuat rantai pasokan penting,” kata Leavitt.
Sebagai informasi, Undang-Undang Jones, yang disahkan pada 1920 oleh Presiden Woodrow Wilson, mensyaratkan bahwa pengangkutan barang antar pelabuhan AS harus dilakukan oleh kapal-kapal AS.
Undang-undang ini dimaksudkan sebagai upaya untuk mengembangkan industri pelayaran domestik setelah Perang Dunia I. Undang-undang ini telah dikritik sebagai bentuk proteksionisme, dan beberapa ekonom baru-baru ini berpendapat bahwa undang-undang ini menghambat perdagangan domestik.
Sementara, dikutip dari Bloomberg, berdasarkan prediksi JPMorgan Chase & Co pada 2022, penghapusan UU Jones dapat menghemat sekitar 10 sen per galon bagi para pengendara kendaraan di East Coast.
Baca Juga
- Fokus Perang Iran, Trump Minta KTT dengan Xi Jinping Ditunda
- Harga Minyak Dunia Terus Naik, Trump Cari Koalisi Global untuk Buka Selat Hormuz
- Jepang dan Korsel "Tak Bergerak" Meski Trump Minta Bantuan di Selat Hormuz
James Lucier, Direktur Pelaksana Kelompok Riset Capital Alpha Partners, mengatakan UU Jones mencegah pengiriman bensin melalui kapal dari Houston Ship Channel ke Pelabuhan New York dan tujuan di daerah East Coast lainnya karena pengiriman menjadi sangat mahal.
"Karena Undang-Undang Jones, bensin murah dari minyak mentah Amerika yang seharusnya dikirim dari Houston ke New York malah dikirim ke Meksiko," jelasnya.
Pengecualian ini diprediksi juga dapat menurunkan biaya pupuk nitrogen yang diangkut ke hulu Sungai Mississippi, meskipun beberapa analis memperkirakan pengecualian ini mungkin datang terlambat untuk secara signifikan menurunkan biaya untuk periode tanam utama musim semi ini.
Adapun, Trump menghadapi tekanan politik untuk mengatasi kenaikan harga bahan bakar, yang memiliki peran besar dalam sikap masyarakat Amerika terhadap inflasi dan kondisi ekonomi.
Lonjakan harga minyak menimbulkan risiko khusus bagi Trump dan partainya, Partai Republik, menjelang pemilihan paruh waktu November yang akan menentukan kendali Kongres dan kemungkinan besar akan bergantung pada pandangan publik tentang biaya hidup.





