Kementerian PKP Tata Menteng Tenggulun Tanpa APBN

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Krisafika Taraisya Subagio

TVRINews, Jakarta

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan penataan jalan di kawasan Menteng Tenggulun sebagai upaya meningkatkan kualitas lingkungan permukiman sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Menariknya, proyek ini dilaksanakan tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan melalui skema kolaborasi berbagai pihak.

Menteri PKP, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa pembangunan tidak harus selalu bergantung pada anggaran pemerintah. Menurutnya, sinergi lintas sektor dan semangat gotong royong mampu mempercepat realisasi program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

"Penataan kawasan Menteng Tenggulun ini kita dorong agar berjalan cepat dan memberikan manfaat nyata. Ini kita lakukan tanpa APBN, melalui kolaborasi berbagai pihak," ujar Maruarar dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Rabu, 18 Maret 2026.

Penataan yang dilakukan mencakup pembangunan jalan sepanjang 300 meter yang dilengkapi fasilitas pendukung, seperti lima titik parkir motor, tiga titik parkir mobil, empat taman, serta satu unit kamar mandi umum. Fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan serta menunjang aktivitas warga.

Program ini didukung anggaran sebesar Rp784 juta yang berasal dari kontribusi pihak swasta, termasuk dukungan dari Shinta Sirait. Pelaksanaan proyek dijadwalkan dimulai pada 26 Maret 2026 dan ditargetkan rampung pada 22 Juni 2026.

Tidak hanya penataan jalan, pemerintah juga akan melakukan renovasi rumah warga melalui skema gotong royong dengan dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Sebanyak 131 rumah akan direnovasi, terdiri dari 81 unit bantuan dari Astra serta 50 unit dari Boy Thohir dan Lenlen.

Kemudian, Maruarar menilai penataan infrastruktur jalan menjadi langkah awal dalam mengubah wajah kawasan agar lebih tertata, bersih, dan nyaman. Selain itu, akses jalan yang baik diyakini dapat meningkatkan mobilitas dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Ke depan, kawasan Menteng Tenggulun juga direncanakan berkembang menjadi pusat kuliner, sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi lokal yang lebih hidup dan produktif.

Melalui program ini, Kementerian PKP berharap model pembangunan berbasis kolaborasi tanpa APBN dapat menjadi contoh dalam penataan kawasan permukiman, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam pembangunan nasional.

Editor: Redaktur TVRINews


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Injourney Prediksi Puncak Arus Mudik 18 Maret, 570 Ribu Penumpang Padati 37 Bandara
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Efek Domino Mudik: Ekonomi Daerah Melejit
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
H-3 Lebaran, Tol Japek Padat di Puncak Arus Mudik Sore Ini
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
CAF cabut gelar Senegal, Maroko ditetapkan sebagai juara AFCON 2025
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Ingin Meraih Malam Lailatul Qadar? Ini 5 Amalan yang Dianjurkan
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.