Sebagian Pemudik di Stasiun Gambir Masih Merokok dan Bertekanan Darah Tinggi

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Sebagian besar pemudik di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, masih memiliki kebiasaan merokok dan tekanan darah tinggi, menurut hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilakukan oleh Radhiya Dhifanjanu, dokter dari Puskesmas Kecamatan Sawah Besar. Layanan ini berlangsung sejak Senin (16/3) dan akan berlanjut hingga masa libur Lebaran usai.

Radhiya mengungkapkan bahwa dari pemeriksaan cepat yang dilakukan melalui pengecekan tekanan darah dan gula darah, ditemukan banyak pemudik yang memiliki riwayat merokok. "Yang paling banyak ditemukan adalah tekanan darah tinggi dan kebiasaan merokok," ujar Radhiya pada Rabu.

Pemudik yang ingin memanfaatkan layanan ini dapat menuju pintu kedatangan di sebelah utara. Prosedur pemeriksaan dimulai dengan pendaftaran, diikuti pengisian NIK dan identitas diri lainnya, kemudian dilanjutkan dengan pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar perut. Setelah itu, tekanan darah dan gula darah diperiksa oleh petugas.

Selain itu, ada juga pemeriksaan gigi serta skrining sekilas untuk mata dan telinga. Radhiya menambahkan, "Permasalahan tekanan darah tinggi mendominasi hasil CKG. Banyak yang tekanannya di atas normal dan berat badan berlebih."

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah tinggi, pemudik akan dikategorikan ke dalam tingkat fatalitas rendah, sedang, atau tinggi. "Kalau tekanannya sudah tinggi, misalnya di atas 140/90, kita berikan obat di sini," jelasnya.

/* Make the youtube video responsive */ .iframe-container{position:relative;width:100%;padding-bottom:56.25%;height:0 ;margin : 14px 0px 15px 0px}.iframe-container iframe{position:absolute;top:0;left:0;width:100%;height:100%}
.rec-desc {padding: 7px !important;}

Kerja sama antara petugas kesehatan dan Palang Merah Indonesia (PMI) terus dilakukan untuk memberikan edukasi kepada para penumpang terkait kesehatan, guna mencegah penyakit katastropik akibat kebiasaan merokok atau pola hidup tidak sehat.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Belum Ada Pembatasan, ESDM Pastikan Pasokan BBM Aman Jelang Idulfitri
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Silaturahmi Jurnalis, Bupati Luwu Ingin Berita Kritik dan Bermanfaat Untuk Membangun Luwu
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Polri Dalami Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS, 86 CCTV Diperiksa
• 13 jam lalutvrinews.com
thumb
Garuda (GIAA) Bidik Titik Balik di 2026, Ekuitas Positif Usai Suntikan Rp 23,7 T
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus Usai Kasus Penyiraman Air Keras
• 5 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.