Keutamaan Lailatul Qadar: Satu Malam Lebih Baik dari 1.000 Bulan

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh keberkahan bagi umat Islam. Di dalamnya terdapat satu malam yang sangat istimewa dan penuh kemuliaan, yaitu Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.

Keutamaan ini merupakan salah satu karunia besar yang Allah SWT berikan kepada umat Muhammad ﷺ. Meskipun usia umat Nabi Muhammad SAW relatif lebih pendek dibandingkan umat-umat terdahulu, Allah memberikan kesempatan luar biasa melalui satu malam yang penuh keberkahan ini.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qadr:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Artinya:

"Malam Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan."

Jika dihitung, seribu bulan setara dengan sekitar 83 tahun 4 bulan. Artinya, seseorang yang beribadah dengan penuh keimanan pada malam Lailatul Qadar akan mendapatkan pahala yang lebih baik daripada beribadah selama lebih dari delapan puluh tahun.

Mengapa Disebut Lailatul Qadar

Para ulama menjelaskan bahwa malam tersebut dinamakan Lailatul Qadar karena beberapa alasan.

Pertama, karena malam itu adalah malam yang sangat mulia. Pada malam tersebut Allah SWT menurunkan Al-Qur’an dari Lauh Mahfuzh ke langit dunia secara utuh, sebelum kemudian diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW.

Kedua, malam itu disebut Lailatul Qadar karena pada malam tersebut Allah SWT menetapkan berbagai ketentuan atau qadar yang akan terjadi selama satu tahun ke depan. Ketentuan tersebut kemudian disampaikan kepada para malaikat untuk dilaksanakan sesuai dengan kehendak Allah SWT.

Kisah Empat Orang dari Bani Israil

Dalam sebuah kisah yang disampaikan oleh Rasulullah ﷺ, disebutkan bahwa pada masa Bani Israil terdapat empat orang yang beribadah kepada Allah SWT selama 80 tahun tanpa melakukan maksiat sedikit pun.

Empat orang tersebut adalah:

1. Nabi Ayyub

2. Nabi Zakariah

3. Ibnul Hajuz (Nabi Ezekiel)

4. Nabi Yusya bin Nun

Ketika para sahabat mendengar kisah tersebut, mereka merasa takjub karena membayangkan betapa panjangnya masa ibadah yang dijalani tanpa melakukan maksiat sedikit pun.

Kemudian Malaikat Jibril turun membawa wahyu kepada Rasulullah ﷺ berupa Surah Al-Qadr, yang menjelaskan keutamaan malam Lailatul Qadar bagi umat Nabi Muhammad SAW.

Keutamaan bagi Umat Nabi Muhammad

Umat-umat terdahulu dikenal memiliki usia yang sangat panjang. Salah satu contohnya adalah Nabi Nuh Alaihis Salam yang disebutkan dalam Al-Qur’an berdakwah kepada kaumnya selama 950 tahun. Sementara itu, umat Nabi Muhammad SAW umumnya memiliki usia sekitar 60 hingga 70 tahun. Jika dilihat dari sisi usia, tentu sulit bagi umat Nabi Muhammad untuk menyamai amal ibadah umat-umat terdahulu yang hidup jauh lebih lama. Namun Allah SWT memberikan keutamaan besar melalui malam Lailatul Qadar.

Dengan beribadah pada satu malam tersebut, seorang hamba dapat memperoleh pahala yang setara bahkan lebih baik daripada ibadah selama puluhan tahun.

Bayangkan jika seseorang hidup sekitar 70 tahun dan dalam hidupnya ia berkesempatan menjumpai Lailatul Qadar berkali-kali. Bisa saja ia mendapatkan 20 hingga 30 kali malam Lailatul Qadar sepanjang hidupnya. Inilah salah satu bentuk rahmat besar dari Allah SWT bagi umat Nabi Muhammad SAW.

Amalan pada Malam Lailatul Qadar

Pada malam yang penuh kemuliaan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak berbagai amalan ibadah, di antaranya:

- I’tikaf di masjid

- Shalat malam (qiyamul lail)

- Membaca Al-Qur’an

- Berdzikir dan beristighfar

- Memperbanyak doa

- Bersedekah

Salah satu doa yang dianjurkan dibaca ketika mengharapkan malam Lailatul Qadar adalah:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya:

"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang memaafkan, maka maafkanlah aku."

Doa ini dianjurkan untuk dibaca sebanyak mungkin dengan penuh keikhlasan dan harapan akan ampunan dari Allah SWT.

Sumber Hadis: HR. Ibnu Majah

Penutup

Lailatul Qadar merupakan malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan. Melalui satu malam tersebut, Allah SWT memberikan kesempatan besar kepada umat Nabi Muhammad SAW untuk memperoleh pahala yang luar biasa.

Oleh karena itu, sepuluh malam terakhir bulan Ramadan hendaknya dimanfaatkan sebaik mungkin dengan memperbanyak ibadah, memperbanyak doa, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Semoga kita semua diberi kesempatan untuk bertemu dengan malam Lailatul Qadar dan mendapatkan keberkahan serta ampunan dari Allah SWT.

Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Batu Bara Terkerek Konflik Timur Tengah dan Pemangkasan Produksi RI
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Munafri Instruksikan Camat dan Lurah Kawal Takbiran
• 7 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Senegal Melawan! Resmi Ajukan Banding ke CAS Usai Gelar Juara Piala Afrika Dicabut
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Ditjen PAS Berikan Remisi Khusus Hari Raya Nyepi 2026 kepada 1.506 WBP se-Indonesia 
• 15 jam lalueranasional.com
thumb
Pemkot Makassar dan IKA Unhas Salurkan 300 Paket Sembako untuk Petugas Lapangan
• 4 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.