Penulis: Masrul Fajrin
TVRINews, Surabaya
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN melalui Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan “ASN Peduli, Empati dan Berbagi: Mudik Bareng Bersama Tim Pendamping Keluarga (TPK)” di kantor perwakilan, Jalan Airlangga No. 31-33, Surabaya, Rabu, 18 Maret 2026.
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam mendukung kelancaran arus mudik sekaligus memastikan para pemudik, khususnya Tim Pendamping Keluarga (TPK), akseptor Keluarga Berencana (KB), serta keluarga berisiko stunting, mendapatkan pendampingan informasi dan layanan kesehatan selama perjalanan menuju mudik yang sehat dan bahagia.
Tim Pendamping Keluarga (TPK) memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pendampingan di tingkat lapangan, yang terdiri dari bidan, kader PKK, dan kader KB.
Melalui sinergi antara pemerintah dan TPK, diharapkan edukasi terkait kesehatan keluarga, perencanaan keluarga, serta percepatan penurunan stunting dapat tersampaikan secara lebih luas kepada masyarakat.
Program mudik tahun ini memiliki keunikan dengan keterlibatan aktif TPK di titik keberangkatan maupun sepanjang jalur mudik.
Kehadiran mereka tidak hanya mendukung kelancaran perjalanan, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan selama perjalanan serta memperkuat ketahanan keluarga.
Sebanyak 250 peserta menjadi sasaran kegiatan ini, yang terdiri dari TPK, akseptor KB, dan keluarga berisiko stunting, dengan rute perjalanan Surabaya–Malang.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung pelaksanaan Program Bangga Kencana dan Quick Win Kemendukbangga/BKKBN dalam mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat, berkualitas, dan sejahtera.
Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Sukamto, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada fasilitasi mudik, tetapi juga penguatan nilai empati dan ketahanan keluarga.
“Jawa Timur sebagai salah satu daerah dengan arus mudik terbesar harus menjadi pelopor mudik yang edukatif. Mudik bukan sekadar perpindahan, tetapi momentum memperkuat ketahanan keluarga. Kami ingin memastikan ibu hamil dan balita yang ikut mudik tetap dalam pemantauan kesehatan,” kata Sukamto, dikutip Rabu, 18 Maret 2026.
Ia menambahkan, program ini akan terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Selain itu, BKKBN Jawa Timur juga menghadirkan posko layanan “Sapa Mudik” di sejumlah rest area pada 17–18 serta 25–26 Maret 2026. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jawa Timur, dinas terkait, serta aparat kepolisian, guna memberikan layanan informasi, edukasi, dan pemeriksaan kesehatan bagi para pemudik.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan keluarga selama perjalanan mudik serta mendukung upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia.
Editor: Redaktur TVRINews





